"Lex, you are cooler than Shane."
"What?"
"Yeah, I think you're cooler than Shane... with boobs."
Hahaha... tawa kami berdua pun pecah.
"Sis, coming from you, I'll take that as a compliment."
"With boobs! Don't forget that!
Hahahaha...
Sahabat saya ini adalah penggemar The L Word, dan dia straight. Dan karena dia salah satu partner kerja saya yang sering banget cela-celaan sama saya, saya menganggap komentar tersebut jujur memang berniat memuji... Huehehe, terserah deh mau dibilang narsis. Apalagi hari itu saya memang berasa keren banget dengan kaus vintage warna cokelat, celana jins, dan sepatu baru warna cokelat yang tampilannya andro banget.
Karena judul tulisan kali ini adalah Hari Narsis Sedunia, yukkk lanjut dengan pujian lain kepada saya. Huahahaha...
"Kalau pakai kacamata gitu, lo tampak cerdas deh, Lex."
"Oya? Biasanya gue nggak cerdas?"
"Nggak sih, lo memang cerdas, cuma sekarang jadi 'tampak' cerdas."
"Gue tau sih kalau gue pake kacamata keliatan smart, makin cool, dan bikin cewek klepek-klepek gimana gitu..." (Secara saya memang tidak minus, ini memang tujuan kacamata yang saya pakai.)
"You look very Shane today," katanya lagi.
"And I think you've watched too much L Word," jawab saya, makin sok cool gitu.
Soal cerdas ini ya, saya tahu kok saya cerdas. Jika saya merasa kurang cerdas, saya selalu punya Om dan Tante yang bisa saya tanyai, Om Gugel dan juga Tante Wiki. Segala ada. Jadi kalau saya diajak ngobrol, apalagi via YM, saya bisa ngobrol mulai dari film Bollywood terbaru sampai cendol terenak di Jakarta, pemenang Man Booker Prize sampai lagunya Mulan Jameela. Jadwal KA Tanah Abang – Serpong sampai krisis ekonomi dunia. Segalanya bisa dijabanin selama ada Om dan Tante plus otak encer, bisa deh buat modal tampak cerdas. Dan seperti kata sahabat saya, "I can act like I know what you're talking about because I look like I know stuff."
Ngomong-ngomong soal Shane, kalau saya harus menggambarkan diri saya melalui tokoh serial TV, saya sering dibilang selucu Joey (dia punya pacar paling banyak kan di Friends? Dan dapat spin-off sendiri pula). Dan yang terbaru adalah (katanya) saya seperti Chuck Bass. Itu kata sekretaris saya lho. "Mbak, aku lagi tergila-gila Gossip Girl nih. Udah nonton, kan? Aduh, nonton itu ya, pas liat Chuck aku kebayangnya Mbak lho. Bajingan tajir, keren, dan cool banget gitu lho, Mbak,"
Sekali lagi saya terima itu sebagai pujian. Chuck, walaupun nggak seganteng Nate, tapi dia hanya perlu bilang, "Hi. I'm Chuck Bass." Dan dijamin cewek-cewek langsung melemparkan dirinya ke pelukan Chuck.
Jadi mari kita coba sekarang, "Hi. I'm Alex. How you doin'?"
@Alex, RahasiaBulan, 2008
| "Aku yang pegang!" "Nggak! Aku yang pegang!" Huaaahhhhhhhh. Mommyyyyy... Tanteeeeeeeeeeeee.... "Kucay, itu anak-anak berantem lagi." Saya melirik capek ke arah si sulung dan bungsu yang sedang rebutan remote control audio system di kursi belakang mobil. "Sini, remotenya biar Tante yang pegang. Tante jadi bosnya." "Nggak boleh, aku yang pegang!" "Sini, kasih ke Tante, kalau nggak kita nggak bakal dengerin lagu nih." "Music time...," kata si bungsu. "Ayo sini, kasih remote-nya." Dengan berat hati dan sedikit paksaan, akhirnya remote itu berhasil dipindahtangankan. Lagu pun melantun dari radio di mobil, sementara Lakhsmi menyetir mobil dengan konsentrasi penuh. "Cay, beli martabak yuk buat ngemil ntar malam," kata Lakhsmi ketika melewati gerobak penjual martabak. "Ogah ah, Cay, nanti aku endut..." Padahal dalam hati Lakhsmi tahu saya takkan pernah bisa menolak tawaran martabak karena itu adalah makanan favorit saya sejagad raya. "Yakin nggak mau martabak?" ulang Lakhsmi ketika melewati tukang martabak lain. "Hihihi, ya udah beli deh, Cay." Ajakan yang diulang berarti lebih baik dituruti daripada besok saya harus muter sampai entah ke mana karena dia ngidam martabak. :) Mobil pun diparkir di samping gerobak martabak. Setelah memesan, saya kembali ke mobil dan menunggu di dalam. Baru tenang sebentar anak-anak sudah bermain dengan ban pelampung untuk renang di kursi belakang. "Itu kenapa bisa ada ban, Cay?" "Minggu kemarin kan mereka berenang. Lupa? Hehehe, bannya belum diturunin." Si sulung dan bungsu ketawa cekikikan sambil bergantian memakai ban pelampung. "Hari ini capek banget ya, Cay," kata saya sambil bersandar nyaman di kursi penumpang mobil. "Seharian di luar sama anak-anak. Napasku mau putus jagain si bungsu yang tadi hampir loncat keluar dari mobil troli di Carrefour." Lakhsmi tertawa mengelus kepala saya. "Napas dulu, Cay." Saya jadi ikut tertawa. Lakhsmi tersenyum nakal, dan bertanya, "Cay, kamu mau..." Sebelum Lakhsmi menyelesaikan kalimatnya saya sudah menyela, "Nggak. Cuma mau kamu. Dan jangan nanya pertanyaan oon ya." Hahahaha... kami berdua tertawa ngakak. Lakhsmi sering mengajukan "the question", yang nggak bosan-bosannya dia tanyakan, dan nggak bosan-bosannya saya jawab dengan jawaban yang sama. Mendadak mobil terasa bergoyang. Menengok ke belakang, ternyata si bungsu sudah loncat-loncat di jok mobil. "Sayangku, jangan loncat-loncat nanti kejeduk..." Hhhhh... Lakhsmi hanya nyengir melihat saya panikan begitu, dan si bungsu pun patuh. Sejenak. Karena kemudian bersama si sulung mereka sudah main peluk-pelukan. "Cay, martabaknya udah selesai tuh..." Saya pun turun dari mobil dan mengambil martabak. Belum sempat saya duduk, si bungsu sudah berteriak, "Aku mau martabak, Tante." "Aku juga," imbuh si sulung. "Nanti ya di rumah..." "Horeeeeeeeee, martabak!!!" Di radio terdengar lagu favorit kami berempat. "Yuk, semuanya nyanyi...," kata Lakhsmi. Dan melajulah mobil diiringi nyanyian dengan nada melenceng ke sana kemari. "I just wanna say I love you. Ijustwannasayiloveyou. I just wanna say I love youuu...." @Alex, RahasiaBulan, 2008 |
Jika saya harus membuat daftar betapa parahnya saya sebagai pacar dan terutama sebagai manusia, daftarnya akan sangat panjang. Belum lagi pasti saya lupa dengan kelemahan-kelemahan saya ini. Nah, itu dia. Satu, saya pelupa kelas berat. Otak saya sering lupa untuk hal-hal penting, dan saya tidak mampu melihat detail. Tidak jarang saya kena omel dari orang-orang terdekat saya karena hal ini. "Say, mana sendok dan gelasnya?" tanya partner, dan saya cuma nyengir atas kelupaan saya terhadap kegiatan harian semacam ini. Tapi untungnya partner bisa mengisi ketidakmampuan saya melihat hal-hal detail ini. Dia adalah manusia dengan kemampuan melihat segalanya dalam bentuk rinci dan detail, yang mana tidak mampu saya lakukan.
Kepelupaan itu juga merembet ke kelambanan saya dalam bertindak, nah ini biasanya lebih diperparah kalau keduanya bergabung. Udah lama, lupa pula, plus sifat anget-anget tai ayam yang bikin semuanya makin parah. Tapi partner selalu jadi pemicu semangat saya, bukan dengan cambuk ya, itu sih urusan di kamar saat dia jadi perempuan dominatrix, huehehe... tapi caranya itu lho, dia selalu punya cara untuk menstimulasi otak dan semangat saya untuk ingat, bergerak, dan disiplin. Dari partner saya (masih) terus belajar disiplin, terutama disiplin waktu saya yang teramat kacau karena saya sering terlalu santai menghadapi segalanya.
Kalau itu belum cukup bikin kesal, saya punya energi lebih untuk bicara tanpa henti alias bawel. Apalagi kalau saya lagi kesal dan kepingin curhat soal urusan apalah, wah energi bicara saya setingkat dengan motivator-motivator marketing itu. Saya bisa kalap bicara sementara partner hanya mengangguk-angguk dan sesekali menimpali (kadang-kadang sambil mengunyah makanan). Obrolan yang dimulai dengan kalimat, "Say, tau nggak..." bisa-bisa berakhir dua jam kemudian dengan saya mendominasi obrolan selama 1 jam 45 menit. Kadang-kadang kalau sudah nyadar saya bawel begitu, saya nyengir dan bertanya, "Say, aku banyak bicara ya?" yang kemudian dijawab partner dengan jujur, "Ya, kamu bawel sekali." Untungnya walaupun partner terkenal dengan ketidaksabarannya, dia seakan punya tiga pasang telinga khusus untuk mendengarkan saya.
Saya yakin nih saya belum menuliskan semua kelemahan saya. Saya masih berusaha mengingat-ngingat, saya yakin ada yang kelupaan. Cay, nanti kamu tambahin dan lengkapi ya. Huehehe, isiin bolong-bolongku... :) Sebagaimana yang selalu terjadi, partner-lah satu-satunya orang yang menggenapi saya.
(Tentang Lakhsmi kepada Alex, lihat di: www.treeofheart.blogspot.com)
@Alex, RahasiaBulan, 2008
“Hai apa kabar? Kapan kita ketemu? Aku butuh uang nih. Kalau kamu mau, aku mau nemenin kamu check in.”
SMS itu diterima pada saat siang terik membara dari nomor HP 0899929xxxx. Bukan ke hape saya tapi ke hape seseorang. Dan seseorang itu langsung “menuduh” saya yang mengirim SMS tersebut. Panas-panas gini maunya marah deh sama orang yang asbun... Emangnya gue ada tampang ngajak check in demi uang gitu? Halah halah halah. Emangnya gue seputus asa gitu? Akhirnya sih setelah saya pelototin, tuh orang bilang gini, "Iya, soalnya temanku yang isengnya mesum cuma kamu. Hehehe..."
Janjian check in di hotel itu kesannya mesum dan murahan banget yak. Walaupun nggak langsung dikasih duit sehabis gituan... Emangnya kita perek apa? Yah, diajak makan dulu lah, lalu habis itu ngamar. Bisa short time lalu pulang, atau kita ditinggal di kamar tidur sendiri sementara si pengajak pulang. Hm, nggak dikasih duit sih (biar nggak menyinggung perasaan, hahaha) tapi dititip lewat mana gitu... oh, atau dikasih henpon. Halah, teuteup! Wakakak. Huahaha, ini bukan pengalaman pribadi saya ya... tapi pengalaman secara umum yang saya tahu emang gitu.
Masa sih saya seiseng itu? Niat banget gitu ya ngajak orang check in lewat SMS, huehehe... Nanti kalau jawabannya, "Oke deh, yuk!" Gimana coba? Secara seseorang yang menerima SMS itu adalah bos saya di kantor.
Huehehe... Akhirnya saya saranin bos saya menjawab, “Boleh deh. Aku juga butuh uang nih. Aku bayar hotelnya. Tapi kamu bayar aku.” Dan anjuran itu sukses dibalas dengan pelototan balik oleh mbak bos. Hihihi...
@Alex, RahasiaBulan, 2008
PS: Welcome back, mbak bos. We miss you. :)
| Seorang sahabat bilang bahwa melihat ibu muda dengan anaknya tuh sexy dan rasanya gimana gitu. Yeah, right. Iya, maksud saya, iya benar banget. Itu kalau kamu single dan memandang si ibu dari kacamata lesbian single kamu. Sesuatu yang tampak berbeda dari kebanyakan akan jadi unik dan memukau. (Yeah, makanya bapak-bapak beristri yang selingkuh kan kebanyakan milih gadis muda, secara istrinya udah jadi emak-emak di rumah :p) Saya harus menarik diri saya mundur, jauuuuuh ke belakang untuk mengingat keseksian seorang Lakhsmi sebagai mami sexy dari kacamata seorang lesbian single. Sesungguhnya aya sudah tidak bisa lagi melihatnya dari kacamata lesbian single karena kami sudah jadi tim. Tim mami-mami siaga. Oya, kadang-kadang waktu dan kebersamaan membuat kita lupa. Lupa bahwa kita punya istri sexy di rumah. Dan kita sering menyepelekan hal-hal kecil yang kita alami setiap hari. Belum lagi kebersamaan terus-menerus membuat kami kadang-kadang lupa bahwa kami masih pacaran dan akibatnya kami jadi menunda kemesraan dengan alasan, "ah nanti malam juga ketemu, besok juga masih bisa." Mau gunting kuku aja, sering kali kami berpikir, ah, besok aja deh, ntar malam... akhirnya tuh kuku nggak digunting-gunting sampai menyakitkan, hahahaha :)). Oke, balik ke cerita seksinya mami-mami ini. Saya mau cerita seperti apa akhir pekan kami. Acara akhir pekan yang selalu berlangsung romantis, seru, dan tak ada duanya. Sabtu pagi menjelang siang dimulai dengan Lakhsmi yang menerjang masuk ke kamar tidur, :p. Kami berakrobat dalam kegiatan bergegas dalam ketergesaan dan terburu dalam waktu. Masih kepingin baring-baring di ranjang, Lakhsmi sudah mengeluarkan daftar belanjaannya. "Cay, jangan leha-leha, buruan kita mesti ke supermarket lalu makan siang. Belanja bulanan nih." Hhhhh.... (Aku nggak komplain kok, Cay, reaksiku kan emang gini, huehehe). "Makan siang dulu atau supermarket, Cay?" "Makan dulu deh, lapar." Di supermarket. Beli ini beli itu. Sapu. Sabun. Tisu. Pembersih lantai. Indomi. Susu. Daging. Bumbu dapur. Sayur. Ada lagi yang perlu dibeli? Oya, telur. Jangan lupa telur, sabun cuci, dan lada. Aduh, boro-boro hang out di mal, ketemu teman-teman sambil ngobrol nggak jelas atau gaul gitu deh. Kadang-kadang acara cuci mobil bersama anak-anak pun jadi sarana hiburan "murah" dan "efisien". Ibaratnya mobil bersih, anak pun senang. Pulang ke rumah langsung beres-beres. Capeknya. "Refleksi yuk, Cay." "Yuk." Bergerak lagi menuju tempat refleksi langganan. Lumayan bisa tidur barang setengah jam di sana. Ngantuk.Ngantuk.Ngantuk. Anak nangis rebutan mainan. Teriakan ala mami-mami. Aku nggak doyan ini, ceprot makanannya dimuntahin ke tangan si tante tercinta. Jeduk! Aw! Kepeleset jatuh kepala benjol nangis lagi deh. Gendong-gendong manja sambil dikasih obat. Mulai lagi berteriak siapa yang berhak memegang remote TV. Aku mau nonton ini. Aku mau itu. Haiyaaaah. Teriakan-teriakan ala mami-mami lagi. Tanteeeeee Mamiiiiiii....! Oke, STOP! Waktunya bobo! "Cay, anak-anak kok bau ya?" Berdua kami menciumi anak-anak, saat mereka sedang bersiap-siap bobo. Nah lo??? "Iya nih. Kok dua-duanya bau ya? Pasti gara-gara makan tadi deh, belepotan ke mana-mana." "Mandiin aja yuk." Jadilah sebelum tidur anak-anak dimandikan dulu. Semprot-semprotan. Sabun-sabunan. Cekikikan. "Hihihi, baju tante basah... hihihi." Ampun deh. Hehehe. Akhirnya bisa berbaring meluruskan tubuh tengkurap ala Superman terbang selama setengah menit ketika anak-anak dilimpahkan sejenak ke maminya untuk memakai baju tidur. "Cay, kamu seksi deh sama anak-anak," kataku tanpa pikir panjang saat melihatnya sedang memakaikan pakaian ke si bungsu. "Hah? Maksud?" tanya Lakhsmi sambil nyengir. "Hehehe, tiba-tiba teringat perkataan seseorang. Katanya mami-mami itu seksi." Lakhsmi tersenyum manis, dan sok tersipu-sipu gitu deh. "Masa sih?" "Kamu nanya gitu biar kupuji-puji, kan?" "Hahaha..." "Tapi, kucay, kamu tuh emang sexy banget. Apalagi kamu sekarang berotot, wow deh. Kamu tahu kan betapa aku suka yang berotot gitu..." "Hihihi..." Mendadak tatapan mesra kami terpotong oleh teriakan anak-anak yang berebut boneka. Halah. :p "Cay," panggil Lakhsmi, "milih ini atau hang out di Starbucks sama teman-teman single?" "Perlu nanya ya? Starbucks dong, huahaha...," jawab saya iseng. Sebelum Lakhsmi sempat menjerit dan melempar bantal, saya buru-buru menyergah, "Bercanda, Cay, kamu baca blog rahasiabulan sana... Itu udah jadi kuil pemujaan buat kamu dan anak-anak, hehehe." @Alex, RahasiaBulan, 2008 |
Pay It Forward
Kecapi koleksi sederhana tentang retrospeksi hidup, kronik harian, atau apresiasi hiburan direkat dalam mozaik sketsa lesbian.
Selamat datang. Aku si bulan itu. Dan ini rahasiaku.
Alex Lagi Ngapain Ya?
Jejaring SepociKopi
-
Club Camilan14 years ago
-
Topik: Sisterhood Unlimited!15 years ago
-
Surga Kepulauan Raja Ampat15 years ago
-
Kian Damai16 years ago
-
-
Jejaring Sahabat
Komen Terbaru
Kategori
- lesbian (79)
- film (63)
- Personal Life (51)
- Opini (40)
- Intermezzo (38)
- buku (29)
- TV (14)
- persona (12)
- gay (11)
- remaja (10)
- Asia (9)
- love (7)
- biseksual (5)
- coming out (4)
- poem (4)
- subteks (4)
- L Word (3)
- transeksual (3)
- South of Nowhere (2)
- Lakhsmi (1)
- cinta (1)
- lagu (1)