Beberapa bulan terakhir bayangan Edward bergentayangan dalam benak saya. Sungguh, saya tidak menyangka sama sekali bagaimana Edward bisa membuat lesbian seperti saya jatuh cinta setengah mati padanya. Entah bagaimana Edward menjadi sosok yang tak bisa dilupakan. Tatapan matanya yang menyihir, begitu sexy. Setiap kali membayangkan Edward secara visual saya membayangkan rambutnya yang acak-acakan, kulitnya yang putih pucat, dan matanya yang tajam. Dan seluruh keberadaan dirinya begitu berkilau. Memukau dan memesona.

Sayangnya Edward adalah tokoh fiksi rekaan karangan Stephenie Meyer dari novel Twilight. Dia adalah vampir 17 tahun yang sudah hidup lebih dari seabad. Novel ini berkisah tentang cinta terlarang antara manusia dan vampir. Ah, kenapa setiap kali bicara tentang cinta terlarang saya selalu teringat pada kisah cinta lesbian.

Twilight
adalah kisah cinta Edward Cullen dan Bella Swan. Lupakan semua "teori" yang pernah kamu baca tentang cinta pertama. Dan rasakan pengalaman jatuh cinta dalam buku ini. Saya jadi ikut terseret menjadi cewek 16 tahun yang mengalami cinta pertamanya. Saya jatuh cinta lagi, berkali-kali.

Buku ini ditulis dari sudut pandang Bella yang baru pindah ke kota Forks, Washington. Di sekolahnya dia bertemu keluarga Cullen yang semuanya vampir. Dan perlahan tapi pasti Bella terpesona dan jatuh cinta pada Edward. Setiap kali Edward dan Bella berdialog, dalam benak saya mereka sedang bercinta dengan kata-kata yang terlontar. Yah, karena ini buku remaja nggak ada adegan seks di sini. Tapi sengatan listrik antara Bella dan Edward sering membuat saya “nyetrum”.

Edward dan Bella saling jatuh cinta meskipun darah Bella membuat Edward lapar dan dia berusaha mati-matian menahan diri untuk tidak mengisap darah perempuan yang dicintainya. Ditulis dengan bahasa yang sederhana namun indah. Membuat pembaca bisa merasakan aroma cinta terlarang yang menyengat antara Bella dan Edward. Dan sexual tension antara mereka.... OMG! Saya bisa terbakar saking panas dan tegangnya....

Kisah cinta antara Edward dan Bella terasa tidak nyata namun ada. Terasa jauh namun dekat, dan mereka berdua sama-sama tidak rela melepaskan harapan akan cinta yang tak mungkin ini. Bagi Edward, mencintai Bella adalah kebahagiaan dan siksaan. Cintanya pada Bella bagai singa yang jatuh cinta pada domba. Bahagia karena akhirnya dia bisa merasakan cinta. Dan siksaan karena dia tidak sanggup membuat Bella menjadi seperti dirinya. Karena vampir adalah makhluk terkutuk yang tak punya tempat di surga.

Bisa dibilang saya selalu obses dengan cerita bertema vampir. Tanyakan saya setiap episode dalam 7 season Buffy the Vampire Slayer dan bagaimana pendapat saya tentang hubungan cinta antara Buffy dan Angel atau Buffy dan Spike... dan kita akan menghabiskan 2 cangkir kopi tanpa berhenti bicara. Atau tanyakan saya tentang Vampire Chronicles-nya Anne Rice yang penuh dengan unsur homoerotica... kita akan menambah secangkir kopi lagi. Shoot, saya bahkan membaca Anita Blake series atau Harlequin Nocturne yang penuh dengan unsur erotisme, :p

Entah bagaimana saya selalu menarik analogi antara kisah cinta vampir dan manusia dengan kisah cinta sesama jenis. Dalam konteks ini, kisah cinta lesbian. Edward dan Bella saling mencintai tapi mereka tidak bisa bersama-sama karena cinta mereka adalah cinta yang tidak lazim. Sebagai lesbian, kita pasti pernah merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta pada seseorang yang seharusnya tidak boleh jadi objek cinta kita. Objek terlarang. Namun (katanya) buah terlarang itulah yang paling manis rasanya.

Vampir adalah makhluk terkutuk yang konon akan masuk neraka. Mereka adalah makhluk-makhluk kesepian yang selalu mencari cinta dalam hidup abadi mereka. Bahaya yang menantang dalam cinta ini dan kemustahilan dalam hubungan ini membuat cinta terlarang ini jadi begitu megah dan menggebu-gebu. Saya tidak perlu menerangkan bagaimana hubungan lesbian adalah hubungan terlarang, bukan? Dan bagaimana rasanya cinta yang dipendam justru jadi membuncah berlebihan melewati takaran.

Dalam cerita-cerita vampir, mereka sering digambarkan sebagai makhluk yang tak bisa dilawan pesonanya. Vampir punya “sesuatu” yang membuat manusia tidak berdaya menolak mereka. Mereka begitu memesona, menawan, dan bercahaya. Tanyakan itu pada perempuan-perempuan lesbian yang “dulunya” straight yang kemudian jatuh cinta setengah mati pada perempuan.

Menjalin hubungan dengan vampir berarti bersiap-siap hidup dalam kegelapan. Dan kalau menurut buku ini saat paling aman adalah twilight. Rembang Petang. Ketika matahari nyaris terbenam dan malam tiba. Menyedihkan? Tidak juga, karena tanpa ada malam kau tak bisa melihat bintang.

Balik ke Edward lagi, dan buku yang super duper keren ini. Saya penasaran bagaimana Mrs. Meyer akan mengakhiri cerita ini. Vampir dan manusia jelas tidak bisa bersatu, tanpa membuat si manusianya berubah jadi vampir. Sementara menjadikan seseorang sebagai vampir adalah tindakan yang amat uncool, dan sudah tidak romantis lagi. (Note: Kamu boleh bercinta dengan vampir, tapi tetap dalam kondisimu sebagai manusia. Dan itu akan membuat cinta terlarang ini jadi indah.)

Membaca Twilight membuat saya kadang-kadang merasa menjadi Edward dan di saat lain saya menjadi Bella. Juga membuat saya teringat pada cinta saya dengan perempuan. Bagaimana saya selalu tersihir dan tak berdaya menahan diri untuk tidak jatuh cinta pada perempuan. Dan terutama, saya teringat pada kekasih. Bagaimana saya selalu tersihir ketika memandang mata kekasih, dan jatuh ke dalam pesonanya. Bagaimana saya selalu "nyetrum" ketika berada di dekatnya. Dan betapa saya ingin terus memandanginya lalu menyelusupkan jemari saya ke rambutnya dan menelisiknya pelan-pelan....

@Alex, RahasiaBulan, 2008.

PS: Twilight saga ini sudah terbit 3 judul. Twilight, New Moon, Eclipse, dan yang akan terbit bulan Agustus 2008, Breaking Dawn.

7 comments:

affy said...

Lex, aku maniak film- film horror,apa saja,mungkin udah puluhan-seratusan judul yang udah ditonton termasuk versi vampire-vampire gini,tp yang ini belom tuh kayaknya...hehehe...ntar deh nguber dvd-nya, udah ada belom yaaa...lumayan to weekend, yup.!

alex said...

Hi affy, wah maniak film horor ya?
Aku jg suka film horor asal ada temen nontonnya, hehehe.

Film Twilight ini masih tahap syuting. Baru ada bukunya aja. FIlmnya baru akan tayang Desember 2008

Anonymous said...

Kalo kamu jadi Bella... kamu akan pilih Edward atau Jacob, Lex?

alex said...

Boleh nggak Edward dan Jacob duel aja? Nanti pemenangnya buat Bella...:))

Edward vs Jacob? Hmmm...
Edward tuh sempurna banget buat Bella. Soulmatenya. Pasangan yg ditakdirkan buat Bella.
Jacob? Dia berdarah panas, emosian, nakal, dan mencintai Bella habis2an. Dan Bella juga mencintai dia, walaupun cintanya nggak sebesar cinta dia ke Edward.

Kamu mesti baca Eclipse, buku ketiganya. Jacob sudah berjanji jadi anak baik-baik dan dia "menyerah" dan tidak mau mengganggu hubungan Edward dan Bella lagi.

Nggak sabar baca Breaking Dawn, buku keempatnya... Udah gatal2 nih nunggunya.

Lakhsmi said...

Sayang, kalau kamu jadi Bella, aku yakin kamu pasti memilih Edward tanpa perlu menyuruh Edward dan Jacob duel. Sebab aku adalah Edward... your Edward :)

alex said...

Lakhsmi sayang, aku selalu memilih Edward. Kamu tau itu, beib... muaaaahhhh... :)

Kamu tuh Edward banget... heheehhehe

Anonymous said...

Ha3x Gk usah takut, Lakhs. Kalau Alex jadi Bella, km gk jadi Edward pun dia pasti tetep milih km,he3x.

Btw, denger2 di buku ke-4, akhirnya Jacob jg tuh yg jadi ama Bella, he3x. Once again, Alex akan tetep milih Lakhs deh ;)

Subscribe