6:21 PM

Jealousy

Posted by alex |

“Sayang, kamu tahu nggak, cemburu itu tanda cinta?” tanya Lakhsmi.
“Heh? Masa sih? Apakah kamu sekarang cemburu?” Saya balik bertanya seraya memandanginya berbaring di tempat tidur.
Lakhsmi tidak menjawab, ia hanya memamerkan senyum nakalnya sementara saya melangkah, makin mendekatinya di ranjang.

Mantan saya pernah bilang, “Ah, Alex tidak pernah cemburu...” Ada yang pernah bilang, “Hari gini cemburu? Ke laut aje...” Dulu saya menganggap bahwa cemburu adalah tindakan konyol dan sia-sia. Namun belakangan ini, saya belajar banyak tentang arti cemburu. Dan bagaimana cemburu itu ternyata suatu rasa penting dalam cinta. Dan kadang-kadang cemburu itu sehat. Huahahaha, saya jadi ingat bagaimana saya pernah melabrak habis perempuan yang mengaku tidak punya hubungan dengan Lakhsmi. Dan tindakan itu akan selalu saya kenang, secara kami berdua (saya dan perempuan yang saya labrak itu) sekarang malah jadi sering curhat.

Saya cemburu.

Saya cemburu pada puluhan SMS dan telepon yang menghujani ponsel Lakhsmi, sebagaimana dia cemburu setiap kali saya duduk di sofa sedang menelepon saat dia keluar kamar.

Saya cemburu setiap kali dia pulang sehabis bertemu dengan "teman"nya sebagaimana Lakhsmi juga memasang tampang kusut setiap kali saya pulang dari rumah "teman" saya.

Saya cemburu pada isi pikirannya yang kadang-kadang mengawang entah ke mana, sebagaimana Lakhsmi juga cemburu pada pikiran saya yang terkadang menjejak tak tentu arah.

Dan terutama, saya cemburu pada waktu yang dicuri oleh fans Lakhsmi. Waktu yang seharusnya milik kami berdua. Kini untuk bisa menghabiskan waktu bersama-sama, kami berdua harus mencuri waktu kami untuk mereka, yang sebenarnya waktu milik kami sendiri.

Tiba-tiba saya teringat pada serial Heroes, yang mana seorang tokohnya bisa membaca pikiran orang lain. Dan karena kemampuannya itu dia mengetahui bahwa istrinya berselingkuh. Kalau saya bisa memilih, saya tidak mau diberi anugerah semacam itu. Bukan karena saya tidak mau tahu, tapi saya lebih suka mendengar kebenaran terucap dari mulut Lakhsmi daripada saya harus mengorek-ngoreknya atau mengintainya. Saya ingin bisa memercayainya sebagaimana saya juga ingin dia percaya pada saya. Walaupun kejujuran terkadang merobek hati kami berdua.

Kami pun belajar membuat rasa cemburu itu sebagai bagian dari hidup kami. Mengisi dan menghidupinya sebagai bagian dari tanda cinta, bukan sebagai kegilaan mendesak. Jika benar cemburu itu tanda cinta, apakah cinta kami begitu besar jika sakit yang kami rasakan seolah-olah ada pisau yang dihunjamkan ke jantung kami? Pisau itu menoreh kami berkali-kali... menimbulkan luka yang dalam. Saya mengobati kecemburuan Lakhsmi dengan cinta saya, demikian pula cinta Lakhsmi mengobati saya.

Saya memandang wajah Lakhsmi, mata kami bertemu hingga kami seakan tersesat di dalam tatapan itu. Langkah saya perlahan namun pasti, merayap naik ke ranjangnya. Saya berbaring di sisinya, tangan kami bergenggaman saling memberi kekuatan.

@Alex, RahasiaBulan, 2008

2:50 PM

Jangan Datang Malam Ini

Posted by alex |

OMG! Itu reaksi saya ketika melihat video klip lagu terbaru Padi, Jangan Datang Malam Ini. Saya sampai menganga dan mengulang nonton ketika melihat cerita yang terjalin dalam video klip itu.

Dimulai dengan lelaki yang berlari, tampak marah. Lalu gambar berganti dengan perempuan yang sedang bermesraan... dengan perempuan lain. Hm, dilanjutkan dengan adegan intim yang hanya orang buta tidak mengerti kalau dua perempuan itu sedang bersiap-siap ML. Dan si lelaki terus berlari, dan berlari, dan berlari... dua perempuan bercinta, si lelaki terus berlaki hingga adegan ditutup dengan si lelaki meninju kaca dan melepas cincin di jarinya lalu melemparnya ke arah dua perempuan itu.

Hm, sepanjang pengetahuan saya sebagai penonton video klip musik Indonesia, video klip lagu Jangan Datang Malam Ini dari Padi merupakan video klip pertama (semoga bukan yang terakhir) yang secara eksplisit menampilkan adegan lesbian. Duluuuu, zaman saya SMA ada video klip Dewa 19, Kirana, yang menampilkan secuil adegan sepasang perempuan yang sedang bermesraan. Namun video klip Padi membuat adegan video klip Dewa tersebut jadi remeh... karena inti cerita dari video klip Jangan Datang Malam Ini adalah lelaki yang marah karena pasangannya kedapatan bercinta dengan perempuan lain.

Sudah saya tak perlu banyak bicara, nonton saja sendiri.


Jangan Datang Malam Ini - Padi

Kau datang mengejutkan diriku
Menikam hatiku...detak jantungku
Sesungguhnya ku tak inginkan dirimu
Di saat ini...di tempat ini...

Di pelupuk hatiku melupakanmu
Di pusara jiwaku
Pernah ku memiliki
Kisah tersembunyi dalam hidupku

(Mengapa) kau harus datang di sini
(Malam) ini tak bisa aku hindari
(Maafkan) bila kumenafikanmu
(Bukan saatnya)...dan bukan waktunya

Apa pun yang terjadi
Kau tau, sebenarnya hidupku
Sudah menyenangkan...
Saat ini sudah cukup...cukup sudah...cukup sudah
Ku berbahagia

Tak sepatutnya kita berjumpa lagi
Tak sepantasnya aku
Menyimpan perasan di satu tanganku yang lain

(Mengapa) kau harus datang di sini
(Malam) ini tak bisa aku hindari
(Maafkan) bila kumenafikanmu
(Bukan saatnya)...dan bukan waktunya

Semua tlah berakhir di hari itu
Tak perlu kususun lagi serpihan yang dulu
Aku tak bisa menjadikan semuanya sempurna
Hanya keinginan yang terbaik
Bagi semuaa...

(Mengapa) kau harus datang di sini
(Malam) ini tak bisa aku hindari
(Maafkan) bila kumenafikanmu
(Bukan saatnya)...dan bukan waktunya

(Mengapa) kau harus datang di sini
(Malam) ini tak bisa aku hindari
(Maafkan...)
(Bukan saatnya)...dan bukan waktunya

Kau datang di sini, telanjur...mengejutkanku...



@Alex, RahasiaBulan, 2008

10:11 AM

Surat Untuk Kekasih

Posted by alex |

Kekasihku tersayang,

Tulisan ini kubuat karena begitu banyak kata yang bergelayutan dalam benakku. Kata-kata yang tak sempat terucap karena kediaman kita. Kata-kata yang tersangkut di tenggorokanku karena aku malah mengucapkan begitu banyak kata lain yang hanya menyakitimu. Aku memikirkan dirimu. Apa yang sedang kaulakukan. Apakah kau sedang berkutat dengan angka-angka di kantormu. Apakah kau sedang
chatting dengan salah satu perempuan penggemarmu? Apakah kau sedang memikirkan diriku yang terus-menerus menyakitimu?

Kuketik surat ini dengan jantung yang berdetak tak keruan. Gelas kopi yang masih mengepulkan asap di samping kananku. Roti yang baru kumakan setengah. Dan
headphone di telinga yang mendentumkan lagu-lagu rock. AC kantor baru saja menyala, menyemburkan hawa dingin yang tak pernah bisa kutahan.

Aku tahu aku bisa saja meneleponmu, dan kita akan bicara lama, seperti yang sudah-sudah. Tapi mendadak aku teringat pada permintaanmu, “Tulislah sesuatu untukku.” Kata-kata yang terucap biasanya langsung hilang diserap udara, biarlah kucoba menulisnya agar bisa abadi dalam jaringan dunia maya ini, di tempat aku pertama kali mengenalmu.

Kekasihku, kemarin aku menceritakan segalanya kepadamu ketika kau meminta kejujuran dari mulutku, sebagai jawaban atas pertanyaanmu. Sejenak aku diam mempertimbangkan mana yang kupilih, “Kebenaran akan Membebaskanmu.” Atau “Apa yang tak Kauketahui Takkan Membunuhmu.” Akhirnya aku memilih yang pertama.

Ah, mungkin seharusnya aku memilih yang kedua ketika kulihat air mata mengembang di matamu dan perlahan-lahan bergulir turun di pipimu. Tapi kau sendiri yang meminta kebenaran, kan? Aku jadi teringat pada Jack Nicholson dalam
A Few Good Man ketika dia berteriak kepada Tom Cruise. "You want the truth? You cannot handle the truth."

Kekasihku, kau benar. Semua kata yang terucap dari mulutmu itu benar adanya. Aku membohongi dan mengkhianatimu dengan perempuan yang pernah kita khianati bersama. Perempuan yang sama, yang pernah memberi kita maaf, dan kini cobalah untuk memaafkannya dan tidak membiarkan kemarahan menelanmu bulat-bulat.

Barangkali memang sudah waktunya aku kejam pada perasaanku. Tidak ada gunanya menyelamatkan ikan yang tenggelam. Sejak awal kita tahu hubungan ini tak berujung ke mana-mana. Aku mencari pembenaran dengan mengatakan bahwa hubungan ini atas nama cinta. Aku melakukannya demi kamu. Demi cintamu padaku. Demi segala perasaanmu padaku yang selalu kuhancurkan dengan keji.

Dengan gagah berani aku menepuk dada dan mengatakan aku memegang kunci ke hatimu karena aku orang pertama yang membukanya. Tapi aku terlalu pongah. Hatimu sudah telanjur hancur oleh setiap tusukan pedangku. Sesungguhnya aku perempuan egois yang memanfaatkan cintamu untuk membuatku merasa lebih baik dan tidak sendirian.

Kenapa aku jatuh cinta padamu tak pernah bisa kumengerti sampai sekarang. Dan bagaimana... cintaku padamu ikut membangkitkan cinta yang pernah redup pada perempuan yang pernah mengisi hidupku selama empat tahun terakhir. Dan ketika hatiku hancur, kau datang sebagai penyelamatku. Kesatriaku yang menerjang dengan gagah berani di atas motor putihnya. Aku ingin memandangmu seperti itu. Dalam kefanaan cinta dan hidup ini sendiri, aku ingin memandangmu sebagai penyelamatku.

Kopi di gelasku sudah dingin, rotiku pun sudah habis. Lagu rock Bon Jovi kini sudah berganti dengan lagu
Selamanya Cinta. Dan tubuhku sudah bisa beradaptasi dengan AC kantor. Tapi jantungku masih berdebar tak keruan. Sementara rasa mual di lambungku memaksaku untuk mengunyah obat.

Aku mendadak capek, merasa begitu tua dalam setengah tahun terakhir. Merasa takut menua dan mati sendirian hingga mayatku membusuk dan dimakan oleh kucing-kucing peliharaanku. Pernah terpikir sekali-dua untuk melepaskan semuanya dan kabur dari dunia ini. Namun terlalu banyak beban kehidupan yang harus kukemas untuk bisa melakukannya.

Barangkali kita hanya harus merasa semua ini sudah cukup, dan bersyukur karena sempat mengalami saat-saat yang indah. Seperti perasaan kita ketika memandang matahari senja, yang toh tak bisa tetap tinggal di sana. Dan kita tidak perlu sampai harus bertanya, ”Kenapa harus jadi begini?”*

*Dikutip dari
Jazz, Parfum, dan Insiden - Seno Gumira Ajidarma

@Alex, RahasiaBulan, 2008

10:15 PM

Lagu Lesbian Pilihan

Posted by alex |

Saya termasuk orang yang buta nada, tapi saya tidak betah jika harus menghabiskan hari tanpa musik. Karena tidak paham nada, saya lebih sering berkonsentrasi pada lirik dibanding musik. Beberapa lagu (menurut saya) bisa dibilang mengandung unsur lesbian, meskipun penyanyinya belum tentu lesbian atau lagunya adalah lagu lesbian beneran. Berikut ini daftar lagu lesbian pilihan (Alex).

Something to Talk About - Bonnie Raitt
Lagu ini bercerita tentang gosip yang beredar ketika dua orang sahabat terlihat “terlalu dekat”. Bonnie Raitt adalah penyanyi country perempuan yang juga pemenang Grammy. Dan buat saya lagu ini terdengar sebagai lagu lesbi karena buat apa juga kalau perempuan sahabatan sama lelaki diomongin? Bagi saya, rasanya lebih pas kalo yang digosipin adalah sesama perempuan.

People are talkin, talking 'bout people
I hear them whisper, you won't believe it
They think we're lovers kept under covers
I just ignore it, but they keep saying
We laugh just a little too loud
We stand just a little too close
We stare just a little too long
Maybe they're seeing, something we don't, Darlin'

Let's give them something to talk about
Let's give them something to talk about
Let's give them something to talk about
How about love?

I feel so foolish, I never noticed
You'd act so nervous, could you be falling for me?
It took a rumor to make me wonder
Now I'm convinced I'm going under
Thinking 'bout you every day
Dreaming 'bout you every night
Hoping that you feel the same way
Now that we know it, let's really show it, Darlin'

Let's give them something to talk about
A little mystery to figure out
Let's give them something to talk about
How about love, love, love, love?


The Promise - Tracy Chapman
Oke, lagu ini sebenarnya nggak ada unsur lesbiannya, tapi saya rasa suara Tracy Chapman ini cucok banget buat lesbi-lesbi yang sedang menjalani hubungan dekat namun tak terjangkau. Dijamin klepek-klepek. Ya nggak, Lakhsmi? :p

If you wait for me then I’ll come for you
Although Ive traveled far
I always hold a place for you in my heart
If you think of me, if you miss me once in awhile
Then I'll return to you
I'll return and fill that space in your heart

Remembering your touch your kiss
Your warm embrace
I'll find my way back to you
If you'll be waiting
If you dream of me like I dream of you
In a place thats warm and dark
In a place where I can feel the beating of your heart

Remembering your touch your kiss
Your warm embrace
I'll find my way back to you
If you'll be waiting
I've longed for you and I have desired
To see your face, your smile
To be with you wherever you are

Remembering your touch your kiss
Your warm embrace
I'll find my way back to you
Please say you'll be waiting

Together again
It would feel so good to be in your arms
Where all my journeys end
If you can make a promise if its one that you can keep, I vow to come for you
If you wait for me and say you'll hold a place for me in your heart

Joan Armatrading: The Weakness in Me
Joan Armatrading adalah pelantun versi original dari lagu yang lesbi banget ini. Lagu ini juga masuk soundtrack The L Word tapi saya lupa season berapa. Cocok buat lesbian yang menjalani hubungan “terlarang”.

I'm not the sort of person who falls in and quickly out of love
But to you, I give my affection, right from the start.
I have a lover who loves me - how could I break such a heart?
Yet still you get my attention.

Why do you come here, when you know I've got troubles enough?
Why do you call me, when you know I can't answer the phone?
And make me lie when I don't want to,
And make someone else some kind of an unknowing fool?
Make me stay when I should not?
If you're so strong then resolve the weakness in me.
Why do you come here, and pretend to be just passing by?
I need to see you - I need to hold you - tightly.

Feeling guilty,
And I'm worried, and I'm waking from a tormented sleep
'Cause this old love, you know it has me bound,
But this new love cuts so deep.
If I choose now, I'm bound to lose out;
One of you is gonna have to fall...
I need you, baby.

Why do you come here, when you know I've got troubles enough?
Why do you call me, when you know I can't answer the phone?
And make me lie when I don't want to,
And make someone else some kind of an unknowing fool?
Make me stay when I should not?
If you're so strong then resolve the weakness in me.
Why do you come here, and pretend to be just passing by?
I need to see you - I need to hold you - tightly.

Melissa Etheridge: Come to My Window
Secara saya penggemar lagu-lagu Melissa Etheridge gitu lho. Tapi ini lagu yang menjadi hit ketika dia coming out pada tahun 1992. Rasanya nyesss banget gitu lho.... lesbi banget deh, walaupun nggak jelas-jelas disebutkan.

Come to my window
Crawl inside, wait by the light of the moon
Come to my window I'll be home soon

I would dial the numbers just to listen to your breath
I would stand inside my hell and hold the hand of death
You don't know how far I'd go to ease this precious ache
You don't know how much I'd give
Or how much I can take

Just to reach you
Just to reach you
Just to reach you

Come to my window
Crawl inside, wait by the light of the moon
Come to my window I'll be home soon

I don't care what they think
I don't care what they say
What do they know about this love anyway


Crimson and Clover - Joan Jett and The Blackhearts
Sumpah deh, saya nggak ngerti arti Crimson and Clover. Tapi saat Joan Jett menyanyikannya, kok jadi terdengar lesbi ya? Apalagi ketika lagu ini jadi soundtrack film Monster-nya Charlize Theron. Jadilah lagu ini makin lesbi lagi.

Crimson and clover
Ah, now I dont hardly know her
But I think I could love her
Crimson and clover

Ah when she comes walking over
Now I've been waitin to show her
Crimson and clover over and over

Yeah, my, my such a sweet thing
I wanna do everything
What a beautiful feeling
Crimson and clover over and over

KT Tunstall – Suddenly I See
Pertama kali saya mendengar lagu KT Tunstall ini ketika Katherine McPhee menyanyikan salah satu lagunya dalam America Idol. Penasaran, akhirnya saya cari lagu tersebut, tapi bukan lagu yang ini. Sebenarnya Suddenly I See bukan lagu lesbian, tapi kalo dipaksain sih bisa :).

Her face is a map of the world, is a map of the world
You can see she's a beautiful girl, she's a beautiful girl
And everything around her is a silver pool of light
The people who surround her feel the benefit of it
It makes you calm she holds you captivated in her palm

Suddenly I see (Suddenly I see)
This is what I wanna be
Suddenly I see (Suddenly I see)
Why the hell it means so much to me

I feel like walking the world, Like walking the world
You can hear she's a beautiful girl, She's a beautiful girl
She fills up every corner like she's born in black and white
Makes you feel warmer when you're trying to remember
What you heard, She likes to leave you hanging on her word

Suddenly I see (Suddenly I see)
This is what I wanna be
Suddenly I see (Suddenly I see)
Why the hell it means so much to me

And she's taller than most And she's looking at me
I can see her eyes looking from a page in a magazine
Oh she makes me feel like I could be a tower
A big strong tower
She got the power to be, the power to give, the power to see

When She Loved Me – Sarah McLachlan
Coba lihat tag “lagu lesbian” di Amazon.com, pasti nama Sarah McLachlan masuk di dalamnya. Entah bagaimana Sarah membuat sebagian besar lagunya terdengar lesbi. Saya bimbang antara memasukkan lagu ini atau Adia, tapi berdasarkan lirik saya rasa lagu yang jadi soundtrack Toy Story 2 ini terdengar lebih pas.

When somebody loved me,
Everything was beautiful.
Every hour we spent together,
Lives within my heart.

And when she was sad,
I was there to dry her tears,
And when she was happy so was I.
When she loved me.

Through the summer and the fall,
We had each other that was all.
Just she and I together,
Like it was meant to be.

And when she was lonely,
I was there to comfort her,
And I knew that she loved me.

So the years went by,
I stayed the same.
But she began to drift away.
I was left alone.
Still I waited for the day,
When she'd say "I will always love you"

Lonely and forgotten,
Never thought she'd look my way,
And she smiled at me and held me,
Just like she used to do.
Like she loved me,
When she loved me.

When somebody loved me,
Everything was beautiful,
Every hour we spent together,
Lives within my heart.
When she loved me

Itu tadi daftar lagu pilihan saya sebagai lagu lesbian. Saya sengaja tidak memasukkan penyanyi-penyanyi yang memang sudah terkenal lesbi seperti Tatu, Tegan and Sara, Indigo Girls, atau kd. Lang... biar rada susah dikit daftarnya, hehehe...

Kalau ada yang kepingin denger lagunya, coba cari di http://www.radioblogclub.com/ atau di http://www.youtube.com/

@Alex, RahasiaBulan, 2008

10:07 PM

Sampai Maut Menyatukan Kita

Posted by alex |

Dalam perjalanan ke Paris pada musim gugur 2007 kemarin, bukan Eiffel atau Louvre yang melekat dalam benak saya. Seorang sahabat saya keukeuh mengajak mampir ke kuburan Montparnasse melihat makam Sartre dan De Beauvoir. Saya sendiri bukan penggemar filsuf ala Sartre atau feminis ala De Beauvoir tapi tujuan pertama yang saya kunjungi di Paris adalah Climetiere de Montparnasse, kuburan terbesar kedua di Paris, di mana Sartre dimakamkan satu nisan dengan De Beauvoir.

Buat sebagian orang kematian terasa romantis. Apa yang tak bisa dicapai di kehidupan ini bisa diselesaikan di kematian. Seperti di film-film misalnya, Bridges of Madison County ketika tokoh yang diperankan oleh Meryl Streep dalam surat wasiatnya meminta agar abu jenazahnya disebar di jembatan cintanya dengan tokoh yang diperankan Clint Eastwood. Atau bisa kita lihat dalam film Prancis Love me if You Dare, misalnya. Di mana kematian menjadi puncak cerita yang menjadikannya romantis. Oh, well, mungkin karena mereka orang Prancis yang konon romantis.

Meskipun Sartre dan De Beauvoir menjalin hubungan cinta jangka panjang (selama 51 tahun) yang dikenal luas oleh publik, namun mereka tidak pernah menikah resmi. Hubungan mereka yang dimulai sejak tahun 1929 bisa dibilang open marriage paling terkenal sepanjang masa. Keduanya adalah pasangan tetap, namun Sartre dan Beauvoir tidak menutup kemungkinan berkencan dengan orang lain. Sartre bahkan mengusulkan “perjanjian”: masing-masing bisa saling memiliki affair, namun mereka harus menceritakan semuanya terhadap satu sama lain. Sartre dan De Beauvoir juga sependapat bahwa hubungan mereka berlandaskan keterbukaan serta kejujuran, dan kekasih-kekasih mereka adalah bersifat secondary sementara cinta mereka terhadap satu sama lain bersifat "absolut".

Sartre menggemari perempuan, sementara De Beauvoir juga bukan perempuan yang hanya menunggu Sartre seorang, dia bahkan digosipkan terlibat asmara dengan banyak lelaki dan perempuan. Mereka bebas menikmati hubungan, namun mempertahankan semacam ikatan ala “pernikahan” dalam hubungan mereka. Ketika Sartre meninggal tahun 1980, sekitar 50.000 orang ikut mengantar jenazahnya. Dan ketika De Beauvoir meninggal tahun 1986, ia minta dimakamkan dalam satu kuburan bersama Sartre. Kadang-kadang saya berpikir, apakah di kuburan juga mereka saling berdebat dan berdiskusi?

Sartre dan De Beauvoir adalah dua tokoh penting dalam dunia filsafat dan literatur. Rasanya jutaan perempuan, terutama feminis membaca buku The Second Sex-nya De Beauvoir. Dalam kehidupan pribadi hubungan mereka dianggap hubungan ideal. Mereka pasangan intelektual yang lebih menghabiskan waktu berdiskusi sastra di sudut kafe di Paris sana. Pemikiran mereka saling memengaruhi satu sama lain dan menciptakan simbiosis mutualisma terhada karya-karya yang mereka hasilkan.

Saya bukan lesbian yang feminis, saya bahkan tidak peduli tentang The Second Sex atau pemikiran De Beauvoir. Akan tetapi konsep hubungan dirinya dan Sartre memberikan satu harapan kepada saya tentang kebersamaan dengan pasangan. Tentang suatu ikatan dan komitmen tanpa komitmen namun sanggup menyatukan sebuah hubungan hingga lebih dari setengah abad dan menjadikannya sebagai kisah cinta legendaris sepanjang masa.

Hubungan cinta Sartre dan De Beauvoir menyatukan keduanya dalam cara yang tak terbayangkan dan menginspirasi banyak orang. Termasuk sahabat saya yang hampir setiap tahun mampir ke kuburan Sartre dan De Beauvoir di Paris untuk nyekar dua mbah ini. Hubungan mereka juga menginspirasi saya dengan cara yang tak terbayangkan. Saya datang ke Paris hanya dengan sepotong cerita tentang kisah cinta unik Sartre dan De Beauvoir, melihat kuburan mereka, dan pulang dengan sebuah gagasan tentang cinta, kebersamaan, dan komitmen. Plus tekad dan keinginan untuk pergi ke sana lagi bersama pasangan saya kelak...

@Alex, RahasiaBulan, 2008

11:02 PM

Film: Girl Play: Bukan Film Lesbian Biasa

Posted by alex |

Sejujurnya saya tidak menyukai film ini. Girl Play bukanlah film yang bisa dinikmati banyak orang, termasuk saya salah satunya. Tapi saya juga tidak bisa bilang ini film yang buruk. Ini hanya masalah selera.

Girl Play adalah film lesbian yang lesbian banget disutradari oleh Lee Friedlander. Secara realistis film ini mengangkat cerita lesbian dari dan untuk lesbian. Robin Greenspan dan Lacie Harmon berperan sebagai dua perempuan lesbian yang berperan dalam drama teater sebagai lesbian lalu saling jatuh cinta terhadap satu sama lain.

Robin adalah lesbian berkomitmen yang setia dengan pasangannya. Dan Lacie adalah lesbian player yang tak kenal kata komitmen. Ketika keduanya dikasting sebagai pasangan yang menjadi kekasih di pentas teater, keduanya harus mengerahkan sisi keintiman mereka terhadap satu sama lain. Hingga akhirnya Robin dan Lacie harus menelaah kembali keinginan dan hasrat mereka apakah sekadar “permainan” atau cinta sejati.

Girl Play penuh dengan monolog teater dan manifetasi solilokui sang sutradara. Buat yang tidak menyukai film ini, Girl Play akan jadi film yang membosankan setengah mati. Buat yang menyukainya, ini akan jadi film dengan penggambaran cerdas dan bukan film lesbian biasa. Film ini diangkat dari naskah teater berjudul “Real Girls” yang ditulis oleh Robin Greenspan dan Lacie Harmon, yang kemudian diadaptasi ke layar lebar oleh mereka plus Lee Friedlander yang juga menjadi penulis skenario di sini.

Karena saya tidak menyukai film ini, saya jadi bingung menuliskan resensinya. Bingung karena film ini tidak jelek-jelek amat sehingga tidak bisa saya caci maki sampai hancur tapi juga tidak bisa saya puji-puji setinggi langit. Yah, silakan saja nonton sendiri... dan cari tahu apakah kamu menyukainya atau tidak.

@Alex, RahasiaBulan, 2008

Subscribe