5:41 PM

Isn't it Romantic?

Posted by alex |

“Ah, chay, setelah empat tahun kamu nggak romantis lagi...,” demikian kata Lakhsmi ketika kami berteleponan beberapa malam lalu.
“Masa sih?”
“Iya, tadi aku bilang suara kamu bagus, tapi kamu cuek gitu...”
“Hihihi...” Saya kembali tertawa lalu melanjutkan, “Cuma kamu yang bilang suaraku bagus... jadi tadi pasti gombal banget tuh.”

Saya teringat kata-kata seseorang, “Wah, pacaran sama Lakhsmi pasti romantis banget ya...” Saya langsung tertawa terbahak-bahak. Entah kenapa romantis adalah kata yang jauh dalam menggambarkan hubungan kami. Tapi setelah saya pikir-pikir, mungkin saya salah.

Romantis itu hal-hal mudah, bukan sesuatu yang harus dilakukan dengan susah payah. Romantis itu hal-hal sederhana yang dilakukan sehari-hari. Hal-hal kecil yang (mungkin) nggak penting buat orang lain tapi bermakna buat kami.

Romantis adalah ketika malam-malam dia mengirim SMS dan bilang, “Chay, masak indomi yuk, laper...” Lalu kami akan masak bersama di dapur, dengan saya yang berpanas ria memasak mi yang katanya cuma perlu direbus selama 3 menit itu. Sementara dia duduk dengan manis di kursi makan, sehabis menyediakan dua gelas minuman untuk kami. Kemudian kami melahap indomi itu dengan kenikmatan yang rasanya tak habis dibawa tidur.

Romantis adalah ketika saya dan dia sedang duduk di ruang kerja, dia bekerja, saya membaca buku atau sebaliknya, atau kami sama-sama bekerja dalam keheningan yang nyaman. Kadang-kadang keheningan itu dipecahkan dengan suara saya atau suaranya. Kadang-kadang dia akan berkata, “Chay, ada puisi bagus, aku bacain ya...” Lalu saya akan meletakkan pensil dan meninggalkan pekerjaan saya atau melepaskan buku yang sedang saya baca dan mendengarkan suaranya yang bergema di dalam ruang kerja hingga merasuk ke dalam otak mengalir dalam aliran darah dan masuk sampai ke hati.

Romantis adalah ketika dia melempari saya dengan bom SMS bertubi-tubi hingga HP saya sering hang dan dia harus membelikan HP baru--- hehehe, kidding, beib. Badai SMS gila yang “meneror” dan bikin detak jantung jadi bertambah cepat ratusan kali lipat jika tidak segera dibalas. Duh, sumpe deh saya cinta banget kalau dia sudah begini. :)

Romantis adalah ketika dia duduk di samping saya di sofa dengan kaki yang diselonjorkan, membuat saya secara otomatis langsung memijatnya. Atau ketika dengan manisnya meminta saya menyingkir dari bagian sofa terujung, "Geser, babe. Aku duduk di sini ya.” Dan mencari PW-nya. (PW = Posisi Wuenak). Lalu kami bisa duduk berimpitan sambil nonton acara nggak jelas di TV.

Romantis adalah ketika kami berdiskusi sastra, berdebat seru, saling mengkritik atau memuji tulisan, film, buku, puisi yang pernah singgah di kepala kami. Hingga kadang-kadang saya pikir penulis/sutradara yang sedang kami bicarakan itu pasti gatal kupingnya mendengar omongan kami.

Romantis adalah saat kami tidur sekamar tiba-tiba SMS-nya masuk, yang bilang, “I love u.” Atau SMS yang masih saya simpan sampai sekarang dari dia, “Aku gk bisa nyanyi lagu2 cinta buat km dan gk suka dinyanyiin jg. Aku bkn penggemar lagu atau band sampai maniak. Aku cuma bisa menulis banyak kata2 indah buat kamu.”

Atau...

Romantis adalah ketika saya mendapat kiriman bunga di kantor pas hari ultah saya. Romantis adalah ber-honeymoon ke Bali setiap tahun di bulan-bulan "terserah deh" yang bisa kami jadikan bulan madu kami. Romantis adalah memandang matanya lekat-lekat dan tanpa gentar berkata, "Aku mencintai kamu. Sepenuh hatiku."


@
Alex, RahasiaBulan, 2008
PS: Babe, if I could grant you one wish, I’d wish you could see the way you love me.

8 comments:

Anonymous said...

Ehhhmmmm..... (^O^)
Ini yah yang namanya romantis ala Alex dan Lakhsmi...
Iya, Alex.....
Romantis yang sebenarnya ngga harus dengan kata2 manis ya...
Lewat kehadirannya, lewat aktifitas kecil yang sederhana bersama partner bisa menjadi kegiatan yang amat sangat berkesan...
Iya iya percaya deh ma Alex kali ini.....
("(^O~)")
-Lina-

alex said...

Hi Lina... cuma percaya kali ini?
Jadi selama ini kamu nggak percaya sama aku? Hikssss... hiksss... sedihnya. :))

Anonymous said...

Dowwww yang mau bulan madu! Gak pa-pa neh...aku jadi nyamuk penganggu???kqkqkqkq (KD)

Deeyang said...

Lex, so sweet your posting kali ini..i love it.. bisa enggak jadi teman mu?. Aku akan ke bali hujung bulan ini..di mana ya tempat menarik utk kami kunjungi..its my partner birthday and rasanya sambil bulan madu juga ya ..Dia pingin banget ke Bali, jadi aku mahu merealisasikan impian nya. Kasi tips dong di mana pasangan lesbi kayak kita bisa main nanti di sana. Oh bisa link blog aku ke blog kamu nggak? Trims ya

Anonymous said...

i love this romantic indomie story,,,hahahahhahahah,,,,
gw inget pengalaman gw sendiri lex!

Affy said...

Lex, bagi kita2 yang udah njalani hubungan lebih dari 3 thn,nilai2 romance itu emang mesti pinter2 ngrasa2kannya, karena sering2 tersembunyi diantara aktifitas dan rutinitas keseharian kita dengan partner dan anak2 yaa...he.he.he...Lex, gw numpang nongkrong2 juga ya di rumah mungil lo yang nyaman ini, boleh.?
Salam to Laksmi yaa...

alex said...

@deeyang, boleh, nanti aku pasang link. Wah soal tempat khusus sih aku tidak tahu... biasanya kami jalan2 aja ke tempat wisata.

@Affy, makasih udah nongkrong di sini... sering2 mampir ya

@KD, boleh banget jadi nyamuk :)

bubba said...

duh, iri deh gue.
romantis gue cuman 6 bulan pertama, selama 10 taun berikutnya tinggal setianya ajah :(

sekarang udah ngga romantis, ngga setia pulak

huuhuuu...

Subscribe