Nggak tau kenapa sejak dulu saya nggak terlalu berminat pada film Jepang dan Korea, mungkin karena film dari dua negara itu biasanya mempunyai alur ceritanya yang lambaaaat, yang saking lambatnya bisa disalip mobil lain, hehehe. Nonton Love My Life saya kembali diingatkan dengan alur lambat ala film Jepang ini.

Love My Life
bercerita tentang mahasiswi 18 tahun bernama Ichiko (Rei Yoshii) yang menjalin hubungan lesbian dengan Eri (Asami Imajuku), yang juga masih berstatus anak kuliahan meskipun Eri tidak pernah diceritakan berada di kampus. Ichiko tinggal bersama ayahnya setelah kematian ibunya 7 tahun lalu. Ichiko kemudian memutuskan untuk memperkenalkan Eri sebagai kekasihnya. Sang ayah, yang bekerja sebagai penerjemah buku, tampak cool menerima keadaan putrinya yang lesbian. Malah gantian Ichiko yang shock karena ayahnya mengungkap rahasia keluarga. Ayah dan ibu Ichiko ternyata sepasang gay dan lesbian yang memutuskan menikah karena kepingin punya anak. Dan dari “pernikahan semu” itu lahirlah Ichiko. Dari topik ini, saya pikir, wah lumayan bagus juga nih film.

Tapi ternyata berangkat dari sana, topik ini tidak berkembang sesuai harapan. Entah bagaimana, saat berdua di pantai, Ichiko dan Eri bisa kebetulan bertemu dengan mantan kekasih ibu Ichiko dan kekasihnya yang sekarang. Ichiko juga kemudian bertemu dengan kekasih gay ayahnya. Saya yakin pertemuan itu penting, tapi nggak ngerti di mana pentingnya karena laju film kemudian melambat drastis, bahkan kalau bisa dibilang cuma muter-muter di sekitar hidup Ichiko. Dan saya juga nggak ngerti kenapa bapaknya Ichiko tampak "obses" sama terong dan ditampilkan gay hanya sebatas sering melihat majalah berisi gambar lelaki. Oya, satu hal yang saya nggak suka dari film Jepang adalah cewek-ceweknya sering banget tersenyum pamer gigi dengan mata terbelalak lebar. Dan itu yang dilakukan Ichiko hampir sepanjang film. Di antara Ichiko dan Eri saya lebih suka penampilan akting Isami Imajuku sebagai Eri yang tampak cool, walaupun dia tampak "tua" sebagai mahasiswi, secara dia aslinya berumur 29 tahun.

Mendekati ending, saya dan partner makin banyak ribut mencela film ini. “Kenapa juga sih Ichiko mesti lari ala pelari maraton menemui Eri? Kenapa dia nggak balas aja SMSnya? Atau balas nelepon? Atau naik taksi kek, atau apalah?” partner mulai mengajukan rentetan pertanyaan.
“Mungkin dia nggak punya pulsa, Say. Dan dompetnya ketinggalan, jadi dia nggak bisa naik taksi.”
“Duh, sok dramatis deh pake lari sampai dua menit. Si Eri udah bosan nungguin dia,” partner masih berkomentar. “Biar ada drama dikit, Say. Sejak awal nih film kan datar aja, mungkin biar ada serunya dikit gitu, hehehe,” saya menjawab ngawur.


Memang sih Love My Life tidak menampilkan ketegangan tingkat tinggi, kisahnya sendiri memang cuma seputar hidup Ichiko, bersama kekasih, orangtua, dan sahabat-sahabatnya. Jadi kalau penonton film ini mulai bosan pada sekitar setengah jam film ini dan bertanya-tanya, “Mana nih adegannya? Katanya nih film 18+?” Silakan langsung fast forward ke jam ke-1 menit ke-28. Di situ adegan yang dicari-cari, beberapa menit sebelum film berakhir.

Sepanjang menonton film ini saya yakin seyakin-yakinnya film ini dibuat oleh lesbian. Fiuh, aroma lesbinya kental sekali. Ternyata benar. Love My Life diangkat dari yuri---manga yang ceritanya mengandung unsur lesbian---karya Ebine Yamaji, lesbian yang sudah coming out. Beberapa karya komik Ebine Yamaji selain Love My Life, juga bertema lesbian dan Ebine Yamaji dianggap sebagai salah satu seniman manga yuri terbaik di Jepang. Buat saya sih film ini masuk kategori “ya gitu deh”, tapi kalau Anda lesbian penggemar manga dan penyuka drama Jepang, Love My Life bisa jadi pilihan tontonan yang sesuai untuk Anda.

@Alex, RahasiaBulan, 2007

7 comments:

Anonymous said...

Nice blog!


Met kenal ya:)
punya YM kah?


dee

chubby-gal said...

baru ntn, denger bahasa jepangnya sexy.. ya tetep enjoyable when it comes to lesbian movie.. even though cerita kurang seru..

alex said...

@chubby-gal: film ini bukan tipe gue banget... tp lumayanlah.

@dee: ada kok, alex58id@ yahoo.com
klik aja:
http://www.blogger.com/profile/15466028335895024026

ndah_gitchu said...

okeh....aQ belum nonton...tapi lagi usaha nyari nie...doain dapet yah..

tienuy said...

aku blm nonton,pingin jg,tapi dimana dapetnya ya? aku jg lagi nyari film jepang, kalo ga salaha judulnya kwaragwumy, kamu tau ga lex?eh punya ga?aku bisa pinjam ga hehe..

alex said...

hi tienuy, aku sih dapet film2 ini di mangga dua. Asal tau judulnya sih bisa dapet kalo rajin browsing.

kwarag apa itu blm punya. mau ngasih? :))

tienuy said...

hi lg lex, aku udah browsing kwaragwumy n nyari2 sampe pegel ga dapet2,gambar depannya katanya (?) ceweq lagi buka tirai putih, ceritanya tentang ceweq2 di pabrik tahu (tofu ya), katanya, scene'nya ada yang seru?n happy ending? istriku nonton tahun 2006 pinjam di rental,aku jadian sama dia tahun 2007? sekarang filmnya udah ga ada.kalo kamu nemu kabar2 ya lex.thankhs.

Subscribe