Seorang Bre Redana pernah menulis tentang Jodie Foster di harian Kompas pada tahun 2002. Hingga saat ini, tulisan berjudul “Jodie Foster: Setelah Hujan Menyiram LA...” merupakan tulisan yang masih terngiang dalam benak saya. Dalam tulisan itu, Jodie Foster yang biasanya tampil sebagai sosok perempuan tangguh dikisahkan sebagai sosok lembut seorang perempuan dan ibu yang rela melakukan apa saja demi keluarga dan anak-anaknya.

Perannya sebagai ibu dalam dunia realitas pula yang membuatnya mengambil peran sebagai ibu dalam film. Lihatlah Panic Room dan Flightplan, dua film yang dikritik habis, di mana dia berperan sebagai ibu yang berusaha menyelamatkan dan melindungi anak perempuannya. Sehabis melahirkan, Jodie mundur sejenak dari dunia film tanpa takut namanya akan dilupakan orang. Ia memilih menutup perusahaan filmnya, lebih banyak di rumah, mengurus anak, dan mengajak anjingnya jalan-jalan.

Jodie Foster adalah ibu tunggal dari Charles dan Kit yang lahir dari rahimnya sendiri pada tahun 1998 dan 2001. Ia tidak pernah memberitahu siapa ayah kandung dari kedua putranya atau mendiskusikan tentang kehidupan pribadinya. Orang boleh menebak-nebak bahwa Jodie Foster tinggal bersama Cydney Bernard, partnernya, yang sudah hidup bersamanya lebih dari sepuluh tahun, tapi Jodie tetap tutup mulut. Terserah orang mau bilang apa, selama privasinya tidak diganggu.

Privasi adalah hal yang teramat mahal bagi perempuan bernama asli Alicia Christian Foster ini. Pada awal tahun 1980-an, Jodie Foster yang pada masa itu kerap dipuji aktingnya dalam film Taxi Driver sebagai pelacur cilik, diteror dan dikuntit oleh seorang pria bernama John Hinckley Jr., Lelaki itu adalah penggemar fanatik dan terobsesi pada Jodie, bahkan Hinckley juga membuntuti Jodie hingga di kampusnya di Yale. Pada tanggal 30 Maret 1981, Hinckley menembak presiden Ronald Reagan dan tiga orang lainnya untuk membuat kagum Jodie Foster.

Hidup perempuan kelahiran 19 November 1962 ini bisa dibilang selalu jadi sorotan sejak kanak-kanak, karena sejak usia 8 tahun Jodie sudah menjadi aktris cilik. Berasal dari keluarga kaya, namun ditinggal ayah kandungnya sejak masih dalam kandungan, Jodie dan tiga kakaknya hidup dalam asuhan ibunya yang menjadi produser di LA.

Selain Taxi Driver, beberapa peran lain juga melambungkan namanya hingga memperoleh berbagai penghargaan. Perannya sebagai perempuan yang diperkosa beramai-ramai dalam The Accused membuahkan gelar aktris terbaik dalam Oscar dan Golden Globe 1988. Gelar ganda aktris terbaik Oscar dan Golden Globe juga diperoleh Jodie ketika dia berperan sebagai Clarice Starling, agen FBI yang dingin, dalam The Silence of the Lambs.

Menonton film-film yang diperankan Jodie Foster, kita belajar tentang dirinya. Jodie bukanlah aktris yang memilih film yang ingin diperankannya atas dasar uang atau kemegahan diri. Film-filmnya kebanyakan menyentuh sisi pilihan manusia dalam hidup. Ia tidak pernah berperan sebagai perempuan cengeng dan lemah.

Tangguh, namun tetap menampilkan sisi keperempuanan, itulah peran-peran dewasa Jodie Foster. Sebut saja film-film seperti Inside Man, The Silence of the Lambs, dan Contact. Versi yang menampilkan sisi perempuan lebih besar (namun tetap tangguh) bisa dilihat di Sommersby, Maverick, dan Anna and The King (btw, film ini aslinya berjudul The King and I, tapi kehadiran Jodie Foster dalam film ini membuat “Anna” mendapat penekanan di depan). Nalurinya sebagai ibu muncul dalam Little Man Tate (yang juga disutradarainya), Flightplan, dan Panic Room. Dalam Contact, kita tahu bagaimana Jodie bukanlah penganut agama tertentu namun menghormati keberadaan agama. Di dalam film itu, ia berperan sebagai Dr. Ellie Aroway yang atheis dan menemukan arti "Tuhan" dalam jagat raya.

Jodie Foster juga dikenal sebagai aktris yang cerdas. Lulus B.A dalam bidang literatur dari Yale dengan magna cum laude. Dan pada tahun 2006, University of Pennsylvania memberinya gelar Doctor of Arts (honoris causa) atas prestasinya dalam film, untuk bidang akting dan penyutradaraan.



Dalam film yang akan rilis September 2007, The Brave One, kita juga bakal melihat ketangguhan seorang Jodie Foster sebagai perempuan yang memutuskan untuk melakukan aksi balas dendam setelah kematian kekasihnya.

Kini pada usia 44 tahun---walaupun memutuskan lebih fokus pada keluarga, bersikap pemilih dalam film yang ingin dia perankan, sutradarai, dan produseri, menutup diri dari publisitas kehidupan pribadinya---Jodie Foster masihlah salah satu perempuan tangguh di Hollywood.

Photo The Brave One: http://movies.yahoo.com
Photo Jodie Foster: Jamie McCarthy, Wireimage.com
@Alex, RahasiaBulan, 2007

2 comments:

Anonymous said...

TAHUN INI SAYA BERHASRAT DENGAN JODIE FOSTER ....

SAYA PENGGEMAR FILM BERAT, TAPI ANEHNYA SAYA TIDAK PERNAH NONTON FILM HODIE FOSTER KECUALI CONTACT.( YANG BIASA-BIASA SAJA ).

TAPI SETELAH NONTON THE BRAVE ONE. WOUW .... saya ingin nonton film dia yang lain. Flight plan,panic room DLL.

FROM : HERIJANTO, 27thn
ryanhari_80@yahoo.com

Anonymous said...

Saya sudah jatuh hati berat pada Jodie Foster sejak filmnya yang hebat "The Silence Of The Lambs". Kemudian hampir tidak mau absen dari film2nya yang lain. Bagi saya Jodie Foster mewakili perempuan yang sangat hebat, cantik, cerdas, mandiri, hampir sempurna... Saya ingin mencari filmnya yang berjudul Sommersby, untuk dikoleksi, tapi kesulitan. Adakah yang bisa bantu saya...?

Subscribe