4:37 PM

Film: Mulan - Ketika Anak Perempuan jadi Pahlawan

Posted by alex |

Mulan adalah film animasi Disney favorit saya. Selain Finding Nemo, tentu. Mungkin bisa dibilang Mulan adalah film animasi pertama Disney yang menyentuh isu gender/androgini serta menjadikan perempuan sebagai sosok jagoan.

Saya ingat, dulu saya suka sekali pada Superman hingga pernah nekat “terbang” dari meja dengan taplak terikat di leher hingga kepala saya benjol. Hal itu mengingatkan betapa apa yang kita tonton semasa kecil bisa berpengaruh pada hidup kita, dan mungkin saja melekat hingga kita dewasa.

Saat menonton Mulan, saya membayangkan diri saya masih kanak-kanak. Dan melihat Mulan berkuda, berlatih bersama pasukan serdadu yang isinya laki-laki semua. Melihat Mulan sama tangguhnya dengan lelaki-lelaki itu, menjadi pahlawan dalam film. Wow. Ternyata anak perempuan bisa jadi pahlawan.

Film Mulan yang dirilis tahun 1998 ini diangkat dari dongeng klasik Cina berusia 2000 tahun. Berkisah tentang gadis muda bernama Fa Mulan yang nekat menggantikan ayahnya yang sakit untuk maju ke medan perang untuk melawan pasukan Hun yang menyerang Cina. Oya, sebelum lanjut, Mulan bukan lesbian kok. Dan nggak ada subteks lesbi pula dalam film ini. :p


Mulan adalah gadis tomboi yang oleh makcomblang dicap tidak punya harapan mendapat jodoh lelaki yang baik karena sikapnya yang ugal-ugalan. Melihat ayahnya yang sudah tua dan sakit-sakitan dipanggil tugas perang, Mulan tidak tega. Karena keluarga Fa tidak punya anak lelaki, maka sudah tugas ayahnya untuk membawa nama keluarga ke medan perang.

Setelah mencuri surat tugas ayahnya, Mulan pun memotong pendek rambutnya, menyamar sebagai lelaki untuk bergabung bersama pasukan yang dilatih menuju medan perang. Bersama sidekick-nya si Naga kecil yang bawel, Mu-Shu, Mulan berlatih dan bertempur melawan invasi bangsa Hun. Hingga akhirnya ketauan bahwa Mulan sebenarnya perempuan yang menyamar sebagai lelaki. Namun itu setelah Mulan berhasil menghambat langkah pemimpin musuh dengan taktik cerdasnya. Sang kapten marah ketika tahu, dan mengusir Mulan dari pasukan.

Walaupun karakter perempuan tangguh ini bukan seperti film Disney biasanya, namun pola standarnya tetap sama, akhirnya semua berakhir bahagia. Mulan kembali membuktikan diri sebagai pahlawan dan dia pun menikah dengan pak kapten yang tampan.

Sebenarnya dalam film-film silat Cina era tahun 1970-80an, perempuan yang menyamar sebagai lelaki untuk bertualang adalah hal yang biasa. Namun sebagai film buatan Disney untuk penonton anak-anak, Mulan memberikan semacam “pengajaran” terutama bagi anak-anak perempuan... bahwa kau juga selevel dengan laki-laki. Bahwa kau juga bisa jadi pahlawan.

@Alex, RahasiaBulan, 2007

gambar dari: www.movies.yahoo.com

5 comments:

Via said...

Hmm.. iya, salah satu film animasi favorit gua juga. A female hero. Kalo ga salah dulu ada film serial Taiwan/HKnya juga dech.. yang main Anita Yuen. Kweyeen banget disono, lucu pula filmnya hehe

Joel said...

im not a big fan of animation, but i've watched mulan for once. not bad, but not impress me much also, juz so so.
Alex, have u watched sonja? please check from imdb. i just bought it yesterday. your movie review is the best part of this blog, im addicted...

alex said...
This comment has been removed by the author.
alex said...

@joel, thanks for the addiction
I haven't watch Sonja. Thanks for the info. I will look for the movie.

@Via, blm pernah nonton versi Anita Yuen...hiks.

Joel said...

I have two other recommended movies for you, samaria and no regret. Both of them are korean movies. Its kinda good movies for me. Check out ya !!

Subscribe