Setting dan karakter dalam film ini sudah membuat saya jatuh hati. New York. Novelis. Lesbian. Apa lagi yang kurang? Untuk tiga hal ini saja, saya akan memberinya dua dari lima bintang. Terserah deh kalau mau dibilang subjektif.

Puccini for Begginers dibuka dengan prolog ketika Allegra (Elizabeth Reiser) kedapatan menjalin hubungan cinta dengan Grace (Gretchen Mol) DAN Philip (Justin Kirk), lalu kisah pun dibuat flashback. Beberapa bulan sebelumnya, Allegra putus dari Samantha (Julianne Nicholson) karena Allegra adalah perempuan fobia komitmen, yang menganggap komitmen sama dengan perbudakan dan warisan budaya patriarki. Samantha yang tidak tahan terombang-ambing dalam ketidakpastian bersama Allegra, akhirnya kembali ke Jeff, pacar lelakinya sebelum Allegra.

Allegra yang patah hati kemudian bertemu Philip, dosen filsafat di Columbia University, yang membaca novelnya, sama-sama menggemari opera, dan sanggup bertahan ngobrol bersama Allegra selama berjam-jam. Tidak banyak kejutan jika kemudian Allegra yang keukeuh menyatakan diri lesbian kemudian tidur dengan Philip. Pada saat yang hampir sama Allegra juga menjali hubungan dengan Grace, yang berada dalam tahap rebound akibat putus dari pacar lelakinya setelah 6 tahun karena lelaki itu tidak mau berkomitmen menikahinya. Bisa dibilang Allegra dan Grace saling memanfaatkan. Allegra butuh perempuan untuk terus memantapkan status lesbinya meskipun menikmati hubungannya bersama Philip, dan Grace yang sedang patah hati berpikir untuk melakukan eksperimen seksual. Allegra terus menjalin hubungan dengan Philip dan Grace secara sembunyi-sembunyi dan nyaris pingsan ketika tahu Philip dan Grace adalah mantan kekasih.

Menonton Puccini for Beginners mau tidak mau mengingatkan saya pada film-film karya Woody Allen. Setting New York-nya saja sudah mengingatkan saya pada Annie Hall dan Manhattan. Dan masih ditambah dengan dialog-dialog panjang dan cerdas antar tokoh-tokohnya. Woody Allen banget deh pokoknya. Tidak heran karena Maria Maggenti, sang sutradara, adalah penggemar Woody Allen. Ia juga menyutradari film drama lesbian The Incredibly True Adventures of Two Girls in Love (1995), hampir 12 tahun sebelum film ini dibuat.

Buat saya, ada beberapa dialog yang saking cerdasnya hingga jadinya tidak lucu. Namun ada pula dialog-dialog yang ngena banget, seperti obrolan Philip dan Allegra di ranjang atau percakapan di luar restoran ketika keadaan jadi kacau karena muncul kesalahpahaman yang bikin pusing. Acungan jempol layak diberikan pada Elizabeth Reiser yang wajahnya mengingatkan saya antara Julia Roberts dan Debra Winger muda. Dia begitu pas berperan sebagai Allegra, dan tidak heran jika di masa mendatang Reiser akan jadi aktris yang diperhitungkan Hollywood.

Film tahun 2007 ini bisa dibilang lebih ringan dan lucu dibanding Kissing Jessica Stein yang memasukkan lebih banyak drama. Di mata saya, Puccini for Beginners adalah film romedi romantis dengan unsur sweet-satire tanpa maksud memperumit pikiran kita tentang label homo, lesbi, atau hetero. Seksualitas berada dalam wilayah abu-abu, tergantung pada siapa yang kautiduri saat itu. Dalam film ini kita akan menemukan perempuan yang tidur dengan perempuan untuk melakukan eksplorasi seksual. Lesbian yang tidur dengan laki-laki. Dan perempuan yang berkeras mengaku bukan lesbian tapi tidur dengan perempuan. Jadi apa pun label yang Anda pakai sekarang, silakan nonton film komedi ringan ini dengan santai dan berusaha menemukan humor di dalamnya....

@Alex, Rahasia Bulan, 2007

2 comments:

Anonymous said...

nemu dvd nya di Ambass.
nice movie. ringan, lucu dan lumayan berkesan. adegan2 paling lucu yang ada si Nell (ex nya Allegra).
btw, elizabeth reaser is cute in this movie... hehe...

alex said...

hihihi, aku ketawa ngakak pas adegan kacau balau di depan restoran. Geblek bener! :)

Subscribe