Saving Face adalah film tentang "menjadi lesbian" dalam keluarga keturunan Asia di Amerika. Tahun 1993, Ang Lee telah memulainya dengan kisah gay dalam Wedding Banquet, sekitar sepuluh tahun kemudian Alice Wu (sutradara/penulis skenario) membuat Saving Face yang dirilis pada tahun 2004.

Berkisah tentang Wilhemina Pang (Michelle Krusiec) yang biasa dipanggil Wil, dokter muda berusia 28 tahun yang bekerja di rumah sakit di Manhattan, New York. Usianya yang dianggap lebih dari cukup untuk menikah membuat Wil sering ditanya-tanya "kapan menikah" oleh keluarganya. Bukannya Wil mau jadi perawan tua, tapi masalahnya adalah dia lesbian dan tidak mungkin memberitahu keluarga besarnya tentang itu.

Kemudian Wil bertemu dengan Vivian (Lynn Chen) dalam satu acara kumpul-kumpul keluarga keturunan Cina. Cinta Wil disambut dengan manis oleh Vivian, yang juga putri atasan Wil di rumah sakit. Hidup Wil yang bahagia dan tenang jadi ruwet ketika ibunya, Ma (Joan Chen) datang dan tinggal bersama Wil karena sang ibu yang sudah janda kedapatan hamil di luar nikah. Karena tidak mau membuat aib, Ma memutuskan mengungsi sementara ke rumah Wil.

Tinggal bersama ibunya membuat Wil makin tertekan, dan membuat hubungannya dengan Vivian jadi kacau. Vivian merasa Wil tidak serius menjalin hubungan dengannya, dan memutuskan untuk pergi ke Prancis untuk mengejar karier sebagai balerina.


Saving Face
tidak sekadar bercerita tentang anak yang lesbian dan bagaimana coming out terhadap keluarga. Lebih dari itu, Saving Face bercerita tentang hubungan ibu dan anak. Bagaimana bagi keluarga etnis Cina, menghindari aib dengan menjaga muka keluarga adalah hal yang harus dijunjung tinggi. Dalam hal ini, ibu dan anak memiliki “aib” mereka masing-masing yang bakal bisa mencoreng nama keluarga.

Dalam masyarakat etnis Cina, keluarga adalah segalanya. Dan kepada keluargalah engkau berpaling. Keluarga juga tidak akan meninggalkanmu saat kau membutuhkan mereka. Itulah yang terjadi dalam Saving Face. Dan juga dalam Red Doors, film tentang keluarga Asia-Amerika yang tinggal di New York. Film tahun 2005 ini juga mengisahkan anak perempuan dalam keluarga keturunan Cina di Amerika. Kebetulan lain film Red Doors dengan Saving Face adalah sang putri lesbian berprofesi sebagai dokter yang menjalin hubungan dengan aktris. Jika Anda suka Saving Face, mungkin bisa menjadikan Red Doors sebagai pilihan film untuk ditonton.

Oke, balik lagi ke Saving Face. Ketiga aktris dalam film ini bermain sangat apik. Michelle Krusiec tidak keteteran berhadapan dengan aktris senior, Joan Chen. Bahkan Lynn Chen pun bisa mencuri layar untuk dirinya. Saving Face adalah film drama komedi tentang hubungan ibu dan anak yang berusaha saling memahami. Serta tentang pencarian cinta dalam masyarakat yang punya banyak tabu dan perjalanan ibu dan anak untuk mencapai kejujuran diri.

@Alex, RahasiaBulan, 2007

2 comments:

Anonymous said...

haii.....

adegannya lumayan manis,,,aku tersentuh sekali sama keberanian wil dan vivian yang coming out ma parents meraka masing-masing.

endingnya juga seru dan bahagia...

aku selalu tersenyum kalo ingat film ini,,,

kapan yaa aku bisa kaya gitu...

UTOPIA????hehehe.....

-Cez-

alex said...

yup, film ini utopis banget... :)

Subscribe