Tadinya saya pikir film ini akan seseksi Chocolat, atau membahas hubungan anak dan keluarga seperti Eat, Drink, Man Woman-nya Ang Lee atau Rice Rhapsody-nya Sylvia Chang. Tapi saya salah. Mungkin ekspektasi saya terlalu tinggi.

Film ini dimulai ketika seorang gadis keturunan India bernama Nina Shah (Shelley Conn) pulang ke Glasgow setelah bertahun-tahun tinggal di London setelah bertengkar dengan ayahnya karena menolak dijodohkan dengan Sanjay. Nina pulang karena ayahnya meninggal dunia. Nina kemudian mendapati bahwa ayahnya, yang pengusaha restoran The New Taj, ternyata terlibat utang judi dan membuat restoran tersebut harus dijual.

Di kota masa kecilnya itu, Nina bertemu dengan Bobbi, sahabat masa kecilnya yang seorang banci Bollywood. Dan juga mempertemukannya dengan Lisa (Laura Fraser), perempuan cantik pemilik setengah The New Taj. Tidak ingin restoran ayahnya dijual, Nina berusaha mengikuti komp
etisi memasak dibantu oleh Lisa. Namun perlahan-lahan ketertarikan pun muncul antara Nina dan Lisa.

Sang sutradara dan penulis skenario tampaknya tidak memberi penekanan pada konflik. Konflik antar-keluarga, tidak ada. Konflik persaingan kompetisi memasak, cuma gitu-gitu aja. Konflik asmara antara Nina dan Lisa, nada. Film ini hanya menampilkan sosok-sosok cantik bahagia dan gambar-gambar indah menyenangkan di kota Glasgow. Cocok ditonton oleh penggemar film Imagine Me and You.

Nina's Heavenly Delight tidak mengangkat hubungan anak perempuan dan ayahnya sebagaimana yang dibuat oleh Ang Lee dalam Eat, Drink, Man, Woman atau isu homoseksual dalam keluarga seperti Wedding Banquet. Nina's Heavenly Delight hanyalah film ringan yang manis dan enak dilihat.

Tidak fair juga kiranya jika saya tidak memuji kelebihan film ini. Selain ringan dan manis, Nina’s Heavenly Delight menyajikan kisah lesbian yang segar dan spicy seperti halnya makanan India. Pemerannya cantik-cantik dan chemistry-nya pun kena. Soundtrack-nya juga bagus. Buat yang suka makanan eksotis, atau film tentang masak-memasak, dijamin Anda akan lapar seusai menonton film ini. Nyam-nyam.

@Alex, RahasiaBulan, 2007

PS: Nonton di youtube.com, duh capek deh nonton begitu... hehehe.

4 comments:

Lakhsmi said...

From Lakhsmi to Alex,
wah, film kayak gini seh aku bisa ketiduran. Maklum gue kan sok nyeni gitu, kalau nonton nggak mau yang romance2 keripik kacang goreng model gini. Maunya yang sok berat. Hahaha...
Tapi muah-muah, aku mau kok nonton film model seperti ini kalau bareng kamu. Tapi harus sabar yaaa... karena mulutku pasti bawel berkomentar pedas.... Hahahaha!!!

Anonymous said...

Wakakakak......

kacian deh Alex....

yang sabar ya...

tapi kayanya kamu dah tahan banting dehh....

:D

~Cez~

alex said...

wah, sama Lakhsmi sih bukan tahan banting lagi. :) Kalo nggak diskusi sampe berapi2, nggak seru. Ya nggak, Say?

mumu said...

wah wah lha kok blog ini jadi ajang sayang-sayangan hiks. tapi, tapi..lucu juga huehuehueeeee....

Subscribe