Tiga belas tahun sebelum Brokeback Mountain, Ang Lee sudah dikenal sebagai pionir sinema gay Asia dengan membuat Wedding Banquet (1992). Wedding Banquet berkisah tentang lelaki asal Taiwan Wai Tung (Winston Chao) yang sudah jadi warga negara Amerika yang harus menutupi homoseksualitasnya dengan menikah. Meskipun sudah hidup bahagia di Manhattan bersama partnernya, Simon (Mitchell Lichtenstein), Wai tidak bisa tidak membahagiakan orangtuanya dengan tidak menikah dengan perempuan.

Akhirnya Wai bertemu dengan Wei-Wei, gadis pelukis asal Cina yang mau menikah dengan Wai demi green card. Pernikahan yang tadinya cuma pura-pura malah jadi pesta pernikahan besar-besaran lengkap dengan kedatangan orangtua si Wai. Alhasil, akibat tradisi pernikahan Cina yang membuat mabuk pengantinnya, tanpa sengaja Wei-Wei hamil dan membuat kehidupan Wai, Simon, dan Wei-Wei jadi makin rumit.

Wedding Banquet mendapat sambutan internasional, menjadi film terbaik dengan memenangkan Golden Bear di Berlin Film Festival dan Sutradara Terbaik di Seattle Film Festival, serta nominasi film asing terbaik di Golden Globe and Academy Award. Sebagai film Asia, Wedding Banquet berhasil mengangkat isu homoseksual dalam kultur keluarga Asia yang lebih tertutup.

Ang Lee piawai membuat film tentang makna dan arti keluarga, terutama keluarga keturunan Cina. Hubungan Ang Lee yang sempat memburuk dengan ayahnya karena dia gagal masuk ujian universitas dan berkeras masuk sekolah film juga mendasari dua film pertama Ang Lee. Sebagai sutradara, selain dalam Wedding Banquet, beberapa kali Ang Lee mengetengahkan isu hubungan anak dan ayah, seperti dalam Eat Drink Man Woman bahkan dalam Hulk yang dikritik habis oleh para kritikus.
Selain hubungan keluarga, Lee juga mantap membuat cerita tentang cinta. Lihat bagaimana dia mengolah film silat terdahsyat dekade ini, Crouching Tiger Hidden Dragon yang sukses hingga mendunia pada awal tahun 2000 lengkap dengan bumbu roman silat yang tak terlupakan. Film yang mengangkat nama Ang Lee ke jenjang sutradara internasional yang paling dicari. Dan kisah cinta yang lebih mengejutkan muncul ketika Ang Lee memutuskan untuk menyutradarai Brokeback Mountain (2006).

Dalam kehidupan pribadi Ang Lee menikah dengan Jane Lin pada tahun 1983. Istrinya adalah ahli biologi molekular yang menjadi pencari nafkah keluarga dengan dua anak lelaki saat Ang Lee menganggur selama enam tahun sehabis lulus dari sekolah film di New York. Hingga pada tahun 1990 dua skenario Lee, Pushing Hands dan Wedding Banquet memenangkan kompetisi yang diadakan pemerintah Taiwan. Jadilah Ang Lee mendapat sponsor untuk memproduksi filmnya. Dan seperti kata pepatah, sisanya adalah sejarah.

Ketika ditawari menyutradarai Brokeback Mountain, Ang Lee sebenarnya ragu karena dia sama sekali tidak tahu kehidupan koboi di Wyoming. Namun ketika membaca cerita pendek karya E. Annie Proulx yang jadi dasar cerita Brokeback Mountain, Ang Lee tergugah hingga meneteskan air mata. Di mata Ang Lee, Brokeback Mountain bukan sekadar kisah cinta gay. Baginya cinta adalah universal, sebagaimana cinta bisa terjalin antara Lee dan istrinya, cinta antara dua lelaki juga bisa terjalin sedemikan rupa.

Brokeback Mountain adalah film yang kontroversial. Memenangkan deretan penghargaan dan dipuji serta dicaci maki oleh sejumlah kritikus. Film ini juga dilarang pemutarannya di sejumlah negara bagian di Amerika Serikat serta di beberapa negara lain. Namun kontroversi terbesar tetaplah ketika Brokeback Mountain tidak memenangkan Oscar 2006. Namun Brokeback Mountain menjadi film terbaik di Golden Globe dan Ang Lee mendapat Oscar untuk sutradara terbaik, dan menjadi sutradara keturunan Asia pertama yang memperoleh Oscar. Tragisnya Brokeback Mountain dilarang beredar di RRC, meskipun oleh harian China Daily yang terbit di RRC disebutkan bahwa Ang Lee memberi kebanggaan bagi orang keturunan Cina di dunia.

@Alex, RahasiaBulan, 2007

PS: Nonton Wedding Banquet di Mangga Dua tahun 1993 (gila, sebioskop menahan napas waktu liat dua cowok ciuman), nonton Brokeback Mountain di Citra 21, th. 2006.

0 comments:

Subscribe