Sejujurnya, saya menganggap diri saya tidak cukup mumpuni untuk membahas Anais Nin. Bagi saya, menguliti buku karya Anais Nin mungkin selevel dengan menyelesaikan tesis. Tapi seorang sahabat baik memberikan buku Delta of Venus ini untuk saya pada tahun 2006 (thanks, Rose :p), dan buku itu teronggok terus di meja saya, memanggil saya untuk mereviewnya.

Anais Nin adalah salah satu dari pengarang perempuan legendaris. Dan Delta of Venus merupakan buku klasik yang keberadaannya tak terkikis masa. Ia lahir di Paris tahun 1903 berdarah campuran Spanyol, Kuba, dan Prancis dan meninggal pada tahun 1977 di Los Angeles. Anais Nin menghabiskan masa kecilnya di berbagai wilayah di Eropa hingga pindah ke Amerika Serikat. Kemudian pada tahun 1924-1939 bersama suaminya Anais Nin pindah ke Prancis. Ia menulis cerita-cerita pendek erotis ini pada tahun 1940-an untuk kolektor pornografi dengan bayaran satu dolar per halaman. Namun kumpulan cerita ini baru diterbitkan pada tahun 1969.

Bicara tentang karya Anais Nin, tidak bisa lepas dari erotika dan diari. Beberapa pengarang perempuan dari Indonesia seperti NH. Dini dan Ayu Utami sering dipersamakan dengan Anais Nin. NH. Dini dan Anais sama-sama diarist atau orang yang menulis novel berdasarkan kisah hidup mereka, NH Dini punya Seri Kenangan, sementara Anain Nin punya The Diary of Anais Nin. Dan Ayu Utami dianggap perempuan yang mendobrak budaya sastra Indonesia dengan bukunya yang “berani” dan mengandung unsur seks tinggi seperti karya-karya erotika Anais Nin. Meskipun, bagi saya setelah membaca Delta of Venus, unsur seks dalam Saman "tidak ada apa-apanya".

Membaca Delta of Venus berarti membaca imajinasi dan fantasi seksual seorang Anais Nin. Buat yang pernah menonton Henry and June---yang diangkat dari kisah hidup Anais ketika menjalin hubungan affair dengan pengarang Henry Miller dan istrinya June Mansfield---kita tahu bahwa Anais dipandang sebagai orang yang memiliki pandangan seksual bebas dan fluid.

Dalam Delta of Venus, kita bisa membaca pengalaman imajinasi seksual perempuan yang ditulis dengan sentuhan detail yang berbeda dengan tulisan yang ditulis laki-laki. Ya, 15 cerita pendek dalam Delta of Venus adalah cerita-cerita erotis dengan unsur pornografi di sana-sini. Incest, pedofilia, lesbian, homoseksual, biseksual semuanya ada di sini. Namun jangan bayangkan cerita-cerita dalam Delta of Venus ini adalah cerita yang cuma bikin horny. Beberapa cerita terasa gelap dan disturbing. Ambil contoh cerita pertama, The Hungarian Adventurer, yang mengambil tema pedofilia atau The Boarding School yang bercerita tentang perkosaan antara lelaki dan lelaki. Buat sebagian orang mungkin ada cerita yang begitu disturbing sehingga membuat muak.

Dua cerita favorit saya adalah Lilith dan Mallorca. Mallorca bercerita tentang Maria, putri nelayan yang cantik, yang suatu hari bertemu dengan perempuan yang memesona. Mereka bermain di air dan saling menggoda... lalu ternyata perempuan yang ditemui Maria itu berubah menjadi laki-laki dan mereka pun bercinta dengan penuh gairah. Lilith lebih mengandung unsur humor, dikisahkan bahwa Lilith perempuan yang tidak memilik hasrat seks, hingga suatu hari dia mengira dirinya habis menelan obat bius saat menonton bioskop bersama sahabat perempuannya. Dan saat Lilith mengira dirinya di bawah pengaruh obat, dia jadi “berani” mendekati sahabat perempuannya itu.

Bisa dibilang Delta of Venus merupakan salah satu karya terbaik dalam dunia sastra erotika. Anais Nin tidak main-main dalam mengekplorasi seks dalam 15 cerita yang terdapat dalam buku ini. Mulai dari sisi gelap, lembut, seksi, puitis, hingga kasar. Beberapa cerita memang ada yang mengutik unsur lesbian, tapi secara umum Delta of Venus adalah membaca pengalaman, imajinasi, dan fantasi seks serta erotika dari mata perempuan yang hidup melebihi zamannya.

@Alex, RahasiaBulan, 2007

6 comments:

bohlam said...

Delta of Venus memang bagus, tapi ga pernah baca bukunya, pernah nonton di VCD (jamannya VCD). sekarang udah ga pernah keliatan ada yang jual lagi krn udah lama banget

alex said...

hai bohlam,
baca deh bukunya, asyik banget, bukunya pernah aku liat di Kinokuniya Plasa Senayan.

lightbulb said...

wah, udah ga di jakarta lagi...
ya udah nanti deh kalo lagi di jakarta coba nyari...
tapi apa memang cuma ada di kinokuniya PS?

alex said...

wah, nggak tau juga ya. Mungkin ada sih... secara ini buku ngetop sebenarnya.

lightbulb said...

ohya? buku ini ngetop? tapi kok kayaknya ga pernah liat ya???
atau nyarinya di section yg salah?

ada buku bagus lagi? tapi yg gampang dicari di toko buku standar kayak gramedia aja.

alex said...

ngetop pada zamannya, terbit tahun 1960-an. Di abad milenium, Delta of Venus sering jadi bahan kajian sastra, perempuan, atau gender. Kalo lo baca, nggak kebayang deh, cerpen2 ini ditulis tahun 1940-an.

Soal buku bagus sih relatif ya. Tergantung selera, apalagi buku fiksi. Tapi untuk buku bahasa Indonesia, Dicintai Jo dan Detik Terakhir tuh gampang dicari.

Subscribe