9:08 AM

Pulang II

Posted by alex |

"There's beggary in the love that can be reckon'd."
Antony and Cleopatra


Minggu lalu seorang sahabat lama mengirim SMS, “Menurut lo, cinta sejati tuh apa?”
Heh? Mendadak kepala saya seakan kosong melompong. Saya berusaha menggali tapi tak menemukan jawabannya di sana. Dan saya cuma bisa bilang, “Nggak tau.”

Pertanyaan itu menghantui saya selama berhari-hari, menyelinap dalam benak saya ketika saya sedang duduk di motor, menonton TV, menyesap kopi. Saya berusaha keras memikirkan jawabannya. Otak saya yang movie freak ini menyetel kembali film-film yang pernah saya tonton. Apakah cinta sejati seperti film Serendipity, When Harry Met Sally, While You Were Sleeping, dst, dll? Entah kenapa saya tidak menemukan jawabannya di sana.

Tadi malam saya merendam diri dalam seperempat botol Limoncello berkadar alkohol 31% yang langsung saya habiskan dalam waktu tiga menit. Setelah itu, bukan kejutan jika saya langsung terkapar pingsan dalam tidur.

Saya terbangun dengan jawaban atas pertanyaan yang selama ini mengusik saya. Cinta sejati adalah rumah. Orang yang jadi tujuanmu pulang. Dan kesadaran ini membuat saya begitu terpukul. Karena belakangan ini saya tidak menyukuri rumah yang saya miliki.

Selama kurang lebih tiga tahun lima bulan saya menjalin hubungan luar biasa bersama perempuan yang tak kalah luar biasa bernama Lakhsmi. Kalau saya percaya pada yang namanya soulmate, dialah orangnya. Entah bagaimana kami berhasil menciptakan rumah kami sendiri dalam dunia yang tidak sempurna ini. Di rumah itu, kami bisa pulang kepada satu sama lain. Pulang dalam kenyamanan daster robek dan kaus kumal yang enak banget dipakai tidur. Pulang ke depan sofa sambil duduk berdempetan seraya menonton TV dan memberi komentar nggak penting. Pulang ke dalam pelukan yang rasanya pas dan memang diciptakan untuk tubuh saya. Pulang ke sisi ranjang kami masing-masing ketika malam menutup hari....

Ah, tapi seharusnya saya belajar dari tragedi Shakespeare.

Dia adalah master dalam menciptakan tokoh-tokoh yang kacau dalam dunia yang tragis. Dalam panggung sandiwara kali ini saya mendapat peran sebagai bajingan, bangsat terkutuk yang tak layak memperoleh ampunan. Dan betapa saya berharap dunia ini hanyalah panggung sandiwara, ketika tepuk tangan membahana kita bisa turun dari panggung lalu menjadi orang lain.

Tapi kita tidak bisa melakukannya. Saya tidak bisa mengetik Ctrl + Z untuk meng-undo semua yang saya lakukan. Kematian paling menyakitkan sekalipun masih kalah sakitnya ketika kau melihat pasanganmu menangis, sakit hati akibat perbuatanmu. Melihat kepedihan di matanya. Melihat kebencian terhadap dirimu terpantul di sana. Saya berharap saya disambar petir, dikutuk jadi batu, atau mati saat itu juga. Tapi petir tidak menyambar dan saya tidak mati. Saya harus hidup dengan konsekuensi perbuatan saya yang gegabah.

Jika butuh waktu seumur hidup saya untuk memperbaikinya, saya akan melakukannya.

@Alex, RahasiaBulan, 2007


8 comments:

Anonymous said...

Badai pasti berlalu,

apakah kita akan memasang kembali atap rumah yang berterbangan akibat badai, apakah kita akan membersihkan halaman rumah yang porak poranda akibat badai?

Semoga badai bukan akhir segalanya,amien,,,namun awal sesuatu yang baru untuk membangun kembali pondasi rumah menjadi lebih kokoh..

Rgrds,
-Arie, Medan-

Joel said...

C'st la vie... That's life.
That's my boss fave quote. (juz wanna tell u that)

I don't know how many times I repeat this, I promise to myself that I will never regret for all the things I've done. Even sometimes, frankly, I did. But I tried not to be consumed by. Because I know, at the end, I HAVE TO responsible and pay the consequences. I don't want to escape or walk away, and so do you, don't u ?!

THERE IS A REASON FOR EVERYTHING THAT HAPPENED IN THE END. Have a faith...

This miserable life have learned me a lot, it makes me stronger everyday. I think that this miserable life is too beautiful to be left that soon. Please do not die so soon. You don't even know me... :)

alex said...

Dear Arie, amin. Moga2 badai cepat berlalu... Makasih atas komennya

Dear Joel, I don't want to die or walk away. I still have lots of consequences debts to pay... :)

Anonymous said...

Just go for it, Lex... kita sama-sama belajar kan? Lax is your soulmate for better or worse. Jadi, pulanglah dan temukan cinta sejati lo....
-Jo-

Anonymous said...

"Keberhasilan bukan diukur dengan apa yang sudah Anda capai melainkan dengan tantangan yang Anda hadapi dan keteguhan hati Anda untuk menjalani perjuangan mengatasi berbagai rintangan" *Orison Swett Marden*

(sebuah kutipan yang sempat nangkring di layar monitorku berhari-hari, dengan kepala dan hati yang sesak oleh rasa yg ingin ditumpahkan, sementara jemari terasa kaku untuk bergerak)

CB

Elizabeth said...

Andai semua semudah menekan Ctrl + Z... . Untuk apa manusia punya hati? Sementara, darinya terpancar segala kehidupan.

Memang teramat fatal ketika kita menyakiti hati orang, pun disakiti. Sesal dan laku sebesar apa pun, tak kan mampu menyembuhkan luka yang telah tertoreh padanya. Mungkin hanya dengan keajaiban cinta yang sempurna, walau dalam segala ketidaksempurnaan ini, dari hati yang gigih memperjuangkan cinta sejati.

It's called faith.

Truth Hurts said...

Kak Alex,
You'll get through this, I know you will... :) Best of luck for you and Mbak Lakhsmi!


-Abelle-

alex said...

Dear all,

Terima kasih atas segala dukungannya. Komen-komen di sini sangat berarti buatku. Membuatku merasa punya tempat bersandar sejenak....
Aku yakin segalanya akan lebih baik mulai sekarang.

Subscribe