2:40 PM

The Princess, The Star, And The Dragon

Posted by SepociKopi |

Syahdan, ada seorang perempuan yang hidup di menara tinggi. Seorang putri yang pandai memintal kata-kata dan sangat menyukai malam. Kata-kata yang dipintalnya berhamburan keluar saat langit mencipratkan semburat tintanya di lengkung malam. Sepotong bintang yang berada di gugusan paling terang mendengar kata-kata yang dipintalnya. Tiap malam ia menyimak hujan kata-kata itu, tersentuh dan terpesona.

Dan pada satu malam yang teramat terang, dia tergelincir. Jatuh ke bumi dengan kecepatan tinggi, terdorong oleh rasa rindu yang menggebu. Bintang mendarat di lantai dengan suara denting yang lirih. Perempuan pemintal kata-kata tersentak, lalu berjalan mendekati bintang.

Serbuk bintang berhamburan di tangannya saat perempuan pemintal kata-kata menyentuh kelima ujung bintang. Dengan serbuk itu, kata-kata yang dipintalnya semakin berseni, semakin berseri. Bintang memberikan kebahagiaan yang tak terperi bagi perempuan pemintal kata-kata. Untaian kata-kata yang dibuat mereka berdua semakin bergema ke seluruh pelosok negeri. Dan orang-orang pun berdatangan ke bawah menara, ingin mendengar lebih dekat.

Suatu hari Bintang melongokkan kepalanya dari jendela.

“Lihatlah, Sayang!” serunya. “Orang-orang yang kerap kulihat dari langit atas. Mereka tampak begitu dekat. Mari kita turun ke bawah.”

Perempuan pemintal kata-kata menggelengkan kepalanya kuat-kuat. “Tidak, apa yang kupunya di sini telah membahagiakanku. Aku tidak ingin turun.”

Bintang telah terlalu lama mengamati pergerakan bumi dan manusia, sehingga ingin menjadi bagian dari kehidupan di bawah. Saat kekasihnya sedang terlelap atau bekerja, dia menyelinap turun, bersenang-senang. Bintang bertemu dengan badut, manusia paling pemurung yang menyembunyikan kegetiran hidupnya dalam coreng moreng keriangan palsu di wajah. Bintang dan badut bersama-sama, melupakan malam, melupakan pagi, melupakan perempuan pemintal kata-kata yang merenda sunyi di atas menara. Bintang dan badut bergenggaman tangan, mabuk kepayang seperti ikan yang tenggelam di laut dan burung yang tersesat di udara.

Perempuan pemintal kata-kata mulai menangis. Air matanya jatuh satu per satu ke bawah, menetes turun bagai hujan membasahi bumi. Sebagian membasahi wajah bintang, sehingga membuatnya tersadar dan mendongak ke atas. Hatinya remuk redam melihat kekasihnya bersedih. Dia mencari cara untuk kembali ke menara. Tapi tak ditemukan tangga apa pun di sana. Cahaya bintang meredup oleh kepedihan tak berujung.

Perempuan pemintal kata-kata duduk di pinggir jendela, mengamati garis horison dan lengkung cakrawala. Dia selalu mengingat bahwa kebahagiaannya selalu berawal dari atas. Air matanya masih menetes saat dia melihat gerakan yang turun dari bayang pelangi. Sosok kecil yang mengambang ringan, seperti kupu-kupu bersayap paling halus. Kulitnya berwarna biru cerah, matanya bagai mutiara paling bening yang diketahuinya, dan cakarnya sangat lembut dengan ujung-ujung keperakan yang menawan.

Oh. Seekor naga biru kecil.

Naga biru kecil menyelinap di jendela, malu-malu.

Perempuan pemintal kata-kata terpana, bermenit-menit. Lalu tangannya terentang, memanggil naga biru kecil. “Kemarilah!” serunya lembut.

Naga biru kecil mengepakkan sayapnya. Maju mundur, menatap bintang di bawah, dan menatap perempuan pemintal kata-kata. Bolak-balik. Penuh keraguan. Penuh kebimbangan.

“Kemarilah!” panggil perempuan pemintal kata-kata sekali lagi, penuh permohonan.

Di bawah, bintang mendongak, mendapati seekor naga biru mungil bersayap keperakan sedang menyeka air mata perempuan pemintal kata-kata.

@Alex, RahasiaBulan, 2007
@Lakhsmi, JejakArtemis, 2007

3 comments:

Anonymous said...

bintang harus cukup cerdik untuk mencari tangga, tali, akar, atau apalah untuk bisa naik ke menara dan bersama lagi dengan perempuan pemintal kata-kata ya..

semangat, semangat!..

-bb-

Truth Hurts said...

Bukankah bintang memiliki kemampuan untuk terbang? Mungkin ia lupa caranya....
"Think of Happy Thoughts" kata Peter Pan...
Think of happy thoughts! ;)

~Abelle~

JoeL said...

Whow..wow... What a story !!!
ehm, dunno what to say. Such a good collaboration of writer and editor. Fiuh....... congratz for both of u. Keep fighting bintang... Get up, earn your wing and fly :). Go get her back.

Subscribe