Pernahkah kau menyadari saat kau terbiasa tidur dengan seseorang, kau dan orang itu memiliki sisi ranjang masing-masing. Dan ketika orang itu tidak ada, kau tetap tidur di sisi ranjangmu dan membiarkan sisi tempat tidur orang itu tetap kosong. Menunggu orang itu datang mengisinya. Kemarin pagi, hari dimulai ketika saya terbangun dan mendapati sisi sebelah saya kosong. Dan rasa kehilangan itu terasa menyesakkan. Kemudian ketika Lakhsmi naik ke ranjang tak lama kemudian, mengisi tempat yang memang miliknya, saya merasa penuh dan hangat lagi. Yeah, memang, you never know what you’ve got until it’s gone.

Ketika baru tiba di kantor, sahabat sebelah saya berkata, “Bye, hari ini gue pindah duduk. Lo nggak akan ketemu gue.” Saya dan sahabat saya itu memiliki hubungan unik. Semacam "Love and Hate Relationship." Kemarin dia menghilang sementara karena komputernya harus diperbaiki dan dia harus menggunakan komputer cadangan yang letaknya jauuuuh. Ternyata kehilangan dia membuat saya sadar betapa kami sering mengabaikan satu sama lain. Ketika saya melewati tempat duduk “baru”nya, dia bilang "teman-teman baru"nya tidak mengerti dia seperti saya memahaminya. Yeah, kami sudah mencapai pengertian begitu dalam, sehingga hanya dengan desahan napas saja atau posisinya duduk saya bisa tahu suasana hatinya. Saya baru sadar betapa saya merindukan kehadirannya yang walaupun terkadang bikin bete tapi ternyata ngangenin. Akhirnya pada sore hari seusai jam kerja, kami ngobrol panjang dan lama, yang ternyata ini saya rindukan dari dia. Sahabat lalu saya bilang, “Lex, you never know what you’ve got until it’s gone.”

Sore harinya saya mendapat telepon dari seorang sahabat lama semasa kuliah. Dengan suaranya yang panik dia mengabarkan berita menyedihkan. Ternyata salah seorang sahabat satu genk kami dulu menderita kanker rahim dan saat ini berada dalam kondisi kritis. Saya kehilangan kata-kata selama beberapa detik. Tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Kabar itu terlalu mengejutkan. Di usia saya sekarang, saya menganggap kehidupan masih terbentang begitu luas di depan saya. Dan kini, kabar duka itu membuat saya berpikir ulang tentang hidup. Bahwa dalam satu kedipan mata semua bisa berakhir. You never know what you’ve got until it’s gone.

Berbagai peristiwa seharian kemarin membuat saya memiliki sudut pandang baru. Mungkin tidak bisa dibilang baru juga, tapi lebih berupa sudut pandang yang tak pernah saya lihat sebelumnya. Malam harinya saya bertemu Lakhsmi dan anak-anak. Kami makan bersama di rumah lalu nonton DVD lagu anak-anak sambil berpelukan di sofa, sementara di sebelah kami ada dua anak yang matanya tak lepas dari TV. Seperti kata iklan Mastercard, suasana seperti ini... Priceless. Dan saya tidak mau kehilangan dulu untuk menyadari betapa tak ternilai harganya apa yang kini saya miliki sekarang.

@Alex, RahasiaBulan, 2007

1 comments:

Anonymous said...

Setubuh..
Kalo udah punya keluarga n pasangan yg kita sayangi & menyayangi kt sepenuh hati, di eman2nin deh.. nyesekk booo klo dah ngk ada. Umur org, umur kita ngk ada yg tau.. Masa dlm hidup juga akan berganti, ank aja tadinya kecil tau2dah gede. Buat org2 yg kt sayangi kasih yg terbaik selagi masih punya waktu. -salam, Sya.

Subscribe