Setiap kali menonton film atau serial TV saya selalu terpesona pada tokoh antagonis. Dulu saya ngefans banget sama Amanda (Heather Locklear) dalam serial Melrore Place, Brenda (Shannen Doherty) dalam serial Beverly Hills 90210, dan yang terbaru Blair (Leighton Meester) dalam serial Gossip Girls. Buat saya perempuan-perempuan seperti itu selalu menarik dan memesona. Perempuan harusnya bitchy seperti itu. Perempuan yang tidak ragu-ragu melibas lawannya jika dia tahu bahwa dia punya alasan melakukannya. Saya menyukai kejujuran mereka untuk menunjukkan kekejian dibanding bersikap manis layaknya serigala berbulu domba. Paling tidak, perempuan-perempuan ini adalah orang yang tidak munafik dan tidak pengecut.

Makin sadis perempuan-perempuan menghabisi lawannya, saya makin suka. Perempuan-perempuan itu bagai memanifestasikan sisi gelap dalam diri saya.

Dunia membutuhkan tokoh-tokoh seperti itu. Keberanian mereka bersikap antagonis membuat hidup jadi menarik. Saya dan sahabat saya di kantor saling menikam terang-terangan setiap hari. Apalagi kalau rapat, wah, kami saling menghabisi, dan peserta lain di kantor biasanya menanti dengan seru. Tapi dia sahabat terbaik saya di kantor, karena apa pun yang terjadi dia selalu bisa mengandalkan saya untuk menjadi penyeimbang sikap antagonisnya. Demikian pula sebaliknya. Ibarat film kalau tidak ada Hannibal Lecter, Joker, atau Lex Luthor kan mendingan pulang aja nggak usah nonton. Ukuran seorang pahlawan dinilai dari musuh yang dihadapinya.

Manusia selalu memiliki dua sisi. Demikian pula kalau kita memerhatikan tokoh-tokoh antagonis itu. Kebaikan dan kejahatan. Hitam dan putih. Tidak selamanya saya jadi miss nice, lebih sering saya jadi bad girl. Dan saya juga tidak suka pacaran sama cewek jaim yang sok manis. Plis deh, mendingan pulang aja ke kampung sana kalo mau jaim. Hayo tunjukkan kebengisanmu. Saya adalah orang yang egois, pemarah (you ain't see nothing yet, baby, kalau belum lihat saya ngamuk), saya bisa membuat orang sinting karena saya senang membuat hidup orang menderita kalau saya sudah membencinya.

Kalau di hadapan pasangan saja kita harus jaim, buat apa menjalin hubungan? Ketika saya kepingin jadi tokoh antagonis, pasangan juga harus menyeimbangkan saya. Saya paling benci punya pasangan yang sering sok ngasih nasihat, “plis jangan begitu, plis jangan begini.” Plis deh, jangan macam-macam sama saya. This is me. Take it or leave it.

Orang sering kali bilang, dia mencari pasangan yang bisa menerima dirinya apa adanya. Bagi saya, apa adanya ya seperti adanya. Bukan menerima keadaan yang sudah ada tapi menerima segalanya, bahkan yang terburuk dari pasangan. Menerimanya ketika dia berada dalam keadaan lemah dan buruk. Tapi di balik semua itu sang pasangan juga bisa menghasilkan yang terbaik dari hubungan karena hasil dari saling pengertian itu.

Kalau nggak suka sama sikap saya, jangan pacaran sama saya. Itu prinsip yang selalu saya junjung. Nggak usah deh ngasih-ngasih nasihat yang sok bener. Saya tahu apa yang benar dan apa yang salah. Jangan berusaha mengubah saya menjadi orang yang “benar” menurut versinya. Saya tahu saya jadi orang jahat saat saya ngamuk berat atau ketika emosi saya pecah tak terkendali. Tapi sehabis jadi penjahat, saya hanya ingin tahu bahwa masih bisa pulang ke pelukannya.

Saya ingin punya pasangan yang kepadanya saya bisa membuka seluruh topeng saya, memperlihatkan seluruh taring mengerikan yang saya miliki di hadapannya. Saya bisa jadi gabungan Amanda, Brenda, dan Blair, dan dia masih mau memeluk saya dan berkata, “Ssst, it's okay. Ada aku di sini mendampingimu.”

So what if I'm the bad guy? Do you still love me?

@Alex, RahasiaBulan, 2008

12 comments:

Lushka said...

berasa dejavu sama titlenya..hehehe.
Baca dimana ya?

Lushka said...

hehehehe..inget!Peter-Heroes season 1!
*boleh ga sih komen ga penting begini K'Alex?*

Lakhsmi said...

@Darling, I still love you, no question ask. Aku tahu yang terburuk dari kamu. And kamu pun tahu dung yang terburuk dari aku. Gak ada jaim di antara kita, gak ada tuh berusaha "saling mengerti" saat pasangan sedang sibuk atau PMS. Bagiku, kamu sibuk dan aku menuntut sesuatu, kamu harus mendengarku! Atau kalau aku sibuk dan kamu menuntut sesuatu, aku pun harus tetap mendengarmu! Gak ada istilah "MENCOBA" memahami. I hate that word, MENCOBA. Menjijikan sekali! Kata yang hina dina. Gak ada di kamusku. Either you do it right or you do it wrong. Sekali kamu mencoba, maka bagiku kamu adalah orang yang BUKAN banget buatku!! hehehehe... love this writing! Mwuuaaaah!

@Lush, tulisan itu dari film yang tidak kamu sukai sehingga kamu kehilangan moment-nya saat Edward berbicara seperti itu kepada Bella. :))

*Lakhsmi

alex said...

Aw, Lakhsmi baby... you are my ubber bi*ch. I love u for that...

MENCOBA??? Kata apa itu? Rasanya familier. Hm... di mana ya pernah kudengar kata itu? huahahaha, ketawa ala penjahat Disney, beb :))

@Lush, tuh udah dijawab sama Lakhsmi :D

Mithya said...

ayo...release your bitchy-ness..!! hehehe...

Hmm..my favorite nemesis would be...cewek ya? hmm...callisto! Buat yang suka nonton Xena pasti tau. Cantik, blonde, setengah dewa, antisosial, not so bright, dan kejam.

Manusia yang sehat adalah manusia yang mampu mengendalikan sifat pahlawan maupun penjahatnya. atau lepas kontrol aja sekalian, ngga usah jadi pahlawan dan jadi penjahat tanpa perlu alasan. Nahhh..tinggal pilih deh mau yang mana...

FLI: Salah dikit tuh. Peter ke cewek irish, Season 2, ketika dia ragu untuk ngebuka boks yang katanya berisi identitas dia di masa lalu.

Perjalanan Grey said...

Aku udah sempet seh ngalamin ini. Sayang malah dia yg ga bisa nerima saat topeng-ku terbuka.

d` said...

Wah kangen nonton Gossip Girl neh.
Sudah ada lho mpe 2G, Lex.

akhirnya bisa juga nonton kelanjutannya lagi.

Anonymous said...

twilight bangetttttttt, berasa liat mukaku di judul ini dear lex.



utanujan

alex said...

@Mithya, aku sih milih Faith di Buffy :D

@Grey, ya emang kebanyakan orang cuma melihat kulit. Pemujaan berlebihan terhadap keindahan, jadi pas busuknya keluar shock deh.

@d' km tau aku nggak bakal mau ntn sblm DVDnya komplet, hahaha, biar bisa maraton.

@utanujan, maksudnya kamu berasa jadi edward gitu? :p

Mithya said...

Oooh..yep, yep..I fall in love with eliza dushku karena karakternya sebagai Faith.

Ih, sama deh kita. I'm not gonna buy TV series kecuali udah ada semua. Mendingan nonton seminggu-satu episode di TV.

BTW, nyadar ngga kalo skrg kan kita dibegoin gara2 pake A, B, C, D itu. Tadinya satu DVD bisa sampe 4/6 episode sekarang cuma 2 bahkan satu! Alasannya keepin up with the real on air di luar. Bah!

Anonymous said...

Ga smua femme bisa nerima kekasaran kita krn emosi yg lg meledak n bukan untuk alasan jaim...krn ga smua femme punya 'mind' yg free dr masalah2 yg laen. Apa ga ksian kl hrs ditambah dgn nerima kekasaran dr kita dimana seharusnya peran kita sebagai penyejuk jiwanya? Lagi pula, menahan emosi menjadikan kita jd org2 yg lebih sabar ;) peace

Rafi

Zhou Yu said...

Jadi inget kata2 somebody special, "You have this dark side in you which might make people turned away from you. But I need to respect it, and since I like you, I decided to stay!"

Huhuhuhu, I was totally melting!

Subscribe