10:38 AM

Obrolan Nggak Penting di Saat Bos Cuti

Posted by alex |

“Lo udah tidur dengan berapa cewek?”
“Hm, enam. Lo?”
“Kayanya delapan... Ngg, kalo nggak sampe tidur “tidur” cuma pegang-pegang doang dihitung nggak?”
“Kalo dihitung?”
“Sepuluh?”
“Lho kok nggak yakin gitu sih jawabnya?”
“Kayanya sebelas. Bentar gue bikin list-nya dulu...”
...


Itulah cuplikan dialog via YM bersama seorang sahabat yang kebetulan juga mantan saya ketika kami sedang membicarakan topik siapa tidur dengan siapa. Mendadak saya jadi teringat the chart-nya The L Word. Itu lho chart buatan Alice yang menghubungkan siapa tidur dengan siapa. Otak saya pun jadi berputar membayangkan siapa saja yang ada dalam rantai the chart versi kami itu saat kami menyusun the list.

Ada hipotesis Six Degrees of Separation yang menyatakan bahwa rata-rata semua orang di planet bumi ini hanya “terpisah” enam rantai persahabatan. Jadi secara teori, sejauh-jauhnya Angelina Jolie atau Agnes Monica, kau pasti terkoneksi dengannya “hanya” dengan jarak lima orang. Hipotesis inilah yang menghasilkan jejaring persahabatan online seperti Friendster, Facebook, dll. Klik saja garis penghubung persahabatanmu dalam jejaring persahabatan online itu, dan kau akan kagum melihat bagaimana kau bisa terkoneksi sedemikan rupa dengan orang tertentu.

Tapi kalau melihat jejaring persahabatan lesbian, jaraknya malah lebih sempit lagi. Mungkin tidak sampai six degrees of separation. Ada beberapa kejadian yang membuat saya berpikir seperti itu: Si A diperkenalkan dengan B, dan ternyata B adalah sahabat baik dari C, yang ternyata C adalah mantannya A. Atau yang pernah saya alami adalah mantan saya ternyata berpacaran dengan sobat saya semasa kuliah. Atau sahabat baik saya ternyata tidur dengan sepupu jauh saya. Atau teman lesbian saya ternyata keponakan manajer perusahaan tempat saya bekerja.

Atau ketika seorang teman lesbian bilang nanti si X mau datang ke acara kumpul-kumpul kami, lalu sahabat yang lain mendengar nama itu disebut, dia bertanya, “Si X? Si X yang kerja di xxx dan rumahnya di yyy?”
Teman saya mengangguk dan bertanya, “Lo kenal?”
Sahabat saya langsung menepuk jidatnya, “Walah, itu kan sahabat baiknya temen straight gue. Mati deh... Nanti jangan kenalin gue sama dia ya. Gue mau belagak gila aja.” Sama seperti teori jejaring persahabatan online, semakin banyak sahabat (lesbian) yang kaumiliki, semakin besar kemungkinan koneksi yang terjalin, yang bahkan mungkin tumpang tindih dengan sahabat straight-mu.

Ketika sedang melamunkan teori itu, lawan bicara saya berkomentar:
“Lo tau si Mawar, mantan gue? Dia ternyata jadian sama Lei sekarang.”
“Heh? Kok bisa? Cepet amat? Bukannya lo baru putus ama Mawar bulan lalu. Dan Lei kan
best friend elo?”
So? Emangnya nggak boleh? It’s all fair in love and war.”
“Lo masih temenan ama mereka?”
“Ya gitu deh. Mana tau mereka putus, kan siapa tau ada yang butuh
rebound :p?"

Dalam dunia lesbian, mungkin tidak asing lagi jika siapa yang kautiduri sekarang mungkin dulunya sahabat, mantannya sahabat, atau bahkan orang yang pernah kaubenci dulu. Atau mungkin dua mantanmu bisa saja saling jadian, atau orang yang kautiduri adalah mantannya dari mantanmu. Halah, kok saya jadi bingung ya? Ada yang mau bikinin chart-nya nggak? Pasti garis rantainya jadi bersilang-silangan gitu deh.

Maklum deh karena sama-sama perempuan, maka probabilitas jalinan cinta itu pun jadi lebih tinggi. Demikian pula godaan pada rumput tetangga atau rumput sahabat ketika kau diperkenalkan pada pacar sahabat lesbimu, misalnya. Kalau dalam hubungan heteroseksual kan kemungkinannya kecil sekali jika kekasihmu mendadak jatuh cinta pada mantanmu. Yeah, kecuali kau begitu sialnya mendapat dua cowok homo sebagai pacar.

“Eh, delapan itu termasuk gue nggak?”
“O iya, lupa. Jadi sembilan deh.”
“Hehehe, gue juga lupa ngitung elo, jadi tujuh deh.”
“Hahaha.”
“Sutra dulu ya
, back to work. Bos cuti deadline tetap jalan, bo!”
“Bye, kapan-kapan kita lanjut lagi...”
“Oke, bye.”

@Alex, RahasiaBulan, 2008

0 comments:

Subscribe