11:29 PM

There's Something About Sex

Posted by alex |

Buat banyak lesbian, LBD alias Lesbian Bed Death bisa jadi momok yang mengerikan. LBD adalah kondisi di mana kegiatan seksual pasangan lesbian berada dalam tahap minim atau malah lenyap tak berbekas. Kenapa bisa terjadi hal seperti ini? Hm, sebenarnya ini tidak hanya terjadi pada pasangan lesbian saja, tapi juga terjadi pada pasangan heteroseksual.

Biasanya pola kegiatan seksual dalam suatu hubungan dimulai dengan kegiatan seks yang intens dan panas. Namun lama-kelamaan hubungan seks pun melambat dan berkurang. Pada bulan-bulan awal hubungan zat-zat kimia dalam otak bekerja menggabungkan segala perasaan berbunga-bunga jatuh cinta yang intens dan membuat tubuh terbangkit hasratnya.

Secara seksual, perempuan berbeda dari laki-laki. Laki-laki memikirkan seks secara fisik, sementara konsep seks perempuan lebih berada dalam pikiran. Laki-laki memulai seks dari selangkangan baru berpindah ke dalam pikiran. Sementara perempuan memikirkan seks mulai dari otak dan bergerak ke selangkangan.

Hilangnya minat terhadap kegiatan seksual biasanya terjadi dalam hubungan jangka panjang dan pasangan lesbian yang hidup bersama. Perempuan yang berada dalam hubungan yang aman dan mantap juga terkadang merasa tidak memerlukan seks lagi sebagai cara untuk mempertahankan pasangan. Dalam hubungan heteroseksual, perempuan yang habis melahirkan juga biasanya kehilangan hasrat seksual. Apalagi ditambah dengan kesibukan dan rutinitas harian, seks pun jadi hal terakhir yang terlintas dalam benaknya.

Nah lo? Bagaimana ini?
Seperti yang sering diucapkan partner, “Tenang, jangan panik, Cay. Ambil napas dalam-dalam.”

Fiuh. Banyak pasangan lesbian yang tidak lagi menjalani aktivitas seksual secara sering dan rutin namun tetap bisa punya hubungan yang baik. Dan ada baiknya jika dalam hubungan jangka panjang, kita meredefinisikan lagi arti hubungan seksual bagi pasangan lesbian.

Apa definisi seks bagi saya? Apakah seks harus diakhiri dengan orgasme? Hm bayangkan seks seperti makan. Ada makanan pembuka, makanan utama, makanan penutup. Nah, kalau di restoran kita kadang-kadang bisa hanya memesan makanan pembuka saja, makanan utama saja, atau cuma makanan penutup. Yah begitu pula dengan seks. Kadang-kadang kita mau langsung tancap saja, kadang kadang-kita hanya mau bermesra-mesraan di ranjang, sambil sayang-sayangan. Di saat yang tepat, dua-duanya bisa jadi menyenangkan. Oya, perempuan bertanggung jawab atas orgasmenya sendiri. Bukan tugas pasangan untuk membuat kita orgasme. Pasangan hanyalah medium untuk mencapainya. Tapi kendali tetap di tangan kita sendiri. Yang terutama, kita harus mengenal tubuh kita sendiri untuk mencapai puncak kenikmatan seksual.

Masturbasi adalah satu cara untuk mengenal tubuh kita sendiri. Lho, kok udah pasangan masih masturbasi? Banyak orang yang menganggap masturbasi sebagai aib kalau kita sudah punya pasangan. Padahal masturbasi bisa juga dijadikan suatu cara “bermain” dengan pasangan. Jangan buat pasangan merasa bersalah karena bermasturbasi, karena sesungguhnya masturbasi juga bisa meningkatkan hasrat dan fantasi seksual.

Bicara soal fantasi, nggak ada salahnya bila kita berfantasi. Partner punya fantasi yang kinky banget tuh terhadap saya, tapi jelas tak akan saya ungkap di sini, hahaha. Sebagaimana saya juga punya fantasi tertentu terhadap dia. Fantasi bukan berarti kita tidak tertarik lagi pada pasangan tapi ini cuma cara lain untuk meningkatkan gairah seksual. Oya, penggunaan film/bacaan erotis juga kadang-kadang bisa membantu membuka celah kemungkinan hubungan seksual.

Sebagaimana sudah disebutkan di atas, seks bagi perempuan dimulai dari otak. Dan otak juga berkaitan dengan perencanaan. Tidak ada salahnya melakukan perencanaan untuk melakukan hubungan seks, apalagi dalam hubungan lesbian yang tinggal bersama. Tidak semuanya harus spontan, menyiapkan jadwal kencan seks juga diperlukan. Kadang perencanaan membantu tubuh kita untuk lebih siap menghadapi kegiatan yang berlangsung dan juga meningkatkan gairah dan kenikmatan secara selama berhari-hari otak kita sudah dibimbing untuk memikirkan hal “itu”.

Perencanaan juga bisa membantu mengatasi hilangnya waktu karena kesibukan. Dan salah satu akibat kesibukan adalah mood untuk hubungan seks yang kadang-kadang tidak muncul bersamaan. Selalu ada kemungkinan bahwa kau dan pasanganmu tidak memiliki hasrat berbarengan. Tidak masalah kok. Sah-sah saja kalau pada saat itu terjadi pasanganmu bermasturbasi di sebelahmu dengan sedikit bantuan darimu atau kauluangkan waktu sebentar untuk memuaskan pasanganmu. Habis itu lanjut dengan sayang-sayangan sambil ngobrol di ranjang. Asyik, kan?

Obrolan di ranjang akan jadi sangat menyenangkan jika kita bisa bicara apa saja dengan pasangan. Apa saja artinya ya ngobrol tentang apa saja. Obrolan seksual juga penting dan bukan hal yang tabu untuk dibicarakan. Ini bukan obrolan rayuan ya, tapi KOMUNIKASI. Komunikasi tentang kegiatan seksual antara diri kita dan pasangan. Dari sana akan muncul kedekatan antara sepasang lesbian yang menerabas batas tabu-tabu seksual dan keluar dari konteks sekadar seks.

Seks seharusnya dipandang dengan santai. Bukan sesuatu yang bentuknya absolut dan tidak bisa diubah. Seks adalah bagian intim yang mempererat dua manusia yang saling mencintai, bukan pertanda besaran cinta dalam hubungan. Ibarat makanan, hubungan cinta tanpa seks ibarat sayur tanpa garam. Hubungan seks tanpa cinta seperti makan garam tanpa sayur. Dan dalam banyak resep, sering kali disebutkan, “bubuhkan garam secukupnya.” Seberapa banyak kadar cukupnya? Nah itu balik ke diri kita sendiri. Ambil garam itu bubuhkan sesuai takaran yang kita inginkan ke dalam masakan. Dijamin maknyusss deh!!!

@Alex, RahasiaBulan, 2008

14 comments:

Lakhsmi said...

ehm... sayang, jadi kepengin.

Btw, aku tahu apa fantasi erotis kamu dengan aku.... hihihihi :)

alex said...

Hihihi, Sayang, aku juga tau fantasi erotis km. :p

Jgn lupa kencan seks kita minggu depan ya. huehehehe...

Lushka said...

Yg butuh stimulus,coba buka www.literotica.com...membantu belajar bahasa inggris buat saya,hehehe *heran,kokk bs ya nulis bokepan pk bhs yg halus..hihihi

Rie said...

KISS...KIsah Seputar Selangkangan huehehehe... Tulisan yang menarik neh.

Oia, resensi buku "Un homme et une femme" om... Bagus loh..

Azel Circle said...

"Maknyusss Topik",Lex..Jadi pingin mandi,he he he..

stania said...

weii, lay outnya berubah. keren.

btw, lex, sex 101: apakah pasangan les melakukan seks dengan finger fu**ing selalu? maaf kalau terlalu vulgar atau naif.

alex said...

@luskha, wah, bacaannya nih, huehehe... sluruf banget. thanks infonya yak. mau belajar bahasa inggris juga ah =))

@rie, hm, iya, buku yg bagus. udah kubaca thn lalu, nanti kucari lg bukunya deh utk diresensi.

@azel, apa hubungannya sama mandi? bingung mode on :p enakan juga berendam bareng di bathtub :))

@stania, wah ketauan udah lama nggak mampir yak :p. utk 101 itu: jawabannya adalah tidak selalu, bahkan terkadang itu tidak diperlukan :)

Picank said...

Gak mao komen ah. Belum cukup umur. Nti dijewer mami :D

candra- said...

sex without love is just an excercise..

De Ni said...

Em...
Menyiapkan jadwal kencan seks?
Hehehehehehe
Jadi inget kita berdua malah akhirnya Bete gara-gara sudah membuat jadwal tapi malah batal total. Entah karena cape, ngantuk, molor atau karena ada saudara yang nginep.
Hehehehehehe
Sekarang mah jadi spontan aja deh. Takut ada femme yang ngambek gara-gara nggak jadi. (*sssttttt)

Sinyo said...

Wowwwhhh! Untung aja Lex, gue baca nih artikel setelah ketemu yayang, coba kalo belon, gue kejar juga lo... ;p

Lucy said...

Lex, gue tau sekarang asal ide kemesuman bini lo :))

alex said...

@picank, halah! aku tau kamu udah ngapain aja:))

@candra, hm, olahraga yg menyenangkan tuh. Di fitness centre mana ya yg menyediakan exercise ini? Hahaha, mau join dong...

@de ni, kadang2 saking (sok) sibuknya kami perlu menyiapkan jadwal kencan sex, hihihi. Biar udah siap segala perabot macam borgol, cambuk, dll :p

@sinyo, husss... nanti gue didamprat yayang lo nih hihihihi... takut gue sama dia.

@lucy, baru tau lo? eh, lo jgn mesum2an ama bini gue ya! blm pernah gue labrak ya?

Anonymous said...

Waah..jujur Lex, ma partner gw ga pernah ngelakuin Finger F...K. Tetep pake finger tp ga nyampe ke tahap itu. ga tega gw. Karena alasan kondisi kesehatan partner gw ga pernah ngelakuin itu. Eh pernah denk nyoba sekali, aduuuh...ga tega liat expresi muka partner yg tegang abis & rada kesakitan gt. Bukan karena gw ga jago..hahaha...ngeles:)) tp mantan2 gw semua ngerasain kok. Bukannya nyombong (cuman tengil aja..hehehe) gara2 ketagihan ML ma gw,gw udah ma partner masih aja mantan2 minta ketemuan, ngajak ngineplah krn kepingin ML lagi ma gw.Mungkin karena mereka tau gw tinggal jauhan ma partner, jd kadang2 emang pusiiing...hehehe :p Tp tenang,gw ga akan "cheating" behind my partner's back cuma gara2 ML! Partner jg punya pyhcological trauma yg ga memungkinkan Finger F..K utk dilakukan.Jd sejak itu, gw ga pernah ngelakuin Finger F..K ke partner.Tp itu ga ngehalangin gw buat ngasih " Multiorgasm " ke dia kok.Piece of Cake! Semua cuma masalah tehnik bercinta aja kan? ;p Beda tubuh, beda titik rangsangan & beda juga kita memperlakukan tubuh pasangan bercinta kita Lex, sekalipun kita sama2 perempuan.Tp partner ngelakuin Finger F..K ke gw n gw sih seneng2 aja..hehehe :p

Rafi

Subscribe