1:26 PM

Buku: Dicintai Jo - Alberthiene Endah

Posted by Anonymous |

Alberthiene Endah mungkin salah satu dari antara novelis terbaik di Indonesia sekarang ini. Selain sebagai novelis, dia juga piawai menulis biografi, sebut saja KD, Venna Melinda, dan Chrisye, di antara orang-orang yang biografinya dia tulis. Gaya khas Alberthiene Endah alias AE dalam novel-novelnya adalah berlama-lama foreplay, alias berlama-lama di bagian depan/perkenalan cerita. Buat sebagian orang ini mungkin bisa dianggap kekurangannya, namun buat sebagian lain ini memang kekuatan menulis AE. Itu juga yang terjadi dalam Dicintai Jo. AE berlama-lama memperkenalkan Santi, sang tokoh utama dalam novel ini, hingga Jo baru muncul pada halaman 72 sementara pembaca sudah tidak sabar untuk “berkenalan” dengan Jo.

Santi, sebagaimana ditulis AE di bagian awal novel, adalah karakter berusia 27 tahun yang tidak percaya diri dan kuper meskipun dia bekerja sebagai wartawan di majalah perempuan ternama. Dia naksir lelaki kaya dan tampan bernama Erlangga, namun hanya berani memendam cintanya dalam hati. Kemudian dia bertemu Jo yang mentransformasi hidupnya hingga dia jadi perempuan yang percaya diri dan tangguh. Meskipun kelihatannya transformasi lewat pakaian-pakaian bagus dan dandanan mahal tampak “cetek” tapi buat sebagian orang ini romantis. Lihat saja film-film seperti Pretty Woman atau Maid in Manhattan tentang perempuan-perempuan yang bertransformasi jadi angsa setelah didandani pakaian mewah oleh sang lelaki pemilik modal. Bedanya, "lelaki" pemilik modal di novel ini adalah butch simpatik yang keren bernama Jo.

Bagi Santi, Jo adalah pilar penunjang hidupnya. Dia membutuhkan Jo untuk bisa tetap membuatnya nyaman sebagai perempuan yang percaya diri. Bersama Jo, Santi terseret masuk dalam satu kehidupan baru yang asing baginya, namun ia tidak cukup mencintai Jo untuk bisa memilih Jo dalam hidupnya.

Isu lesbianisme di novel ini tidak jadi basi dan garing dengan sang tokoh meratapi hidupnya sebagai lesbian, atau menolak cinta sang lesbi dengan alasan cinta terlarang, atau apalah alasan-alasan garink lain. Bagian yang paling saya suka adalah obrolan Santi dan Shinta, teman sekosnya, yang bercerita tentang kehidupannya sebagai lesbian (hal. 240-252). “...Lesbian bukan penyakit. Nggak ada kata sembuh. Lesbian hanya cara alamiah individu yang berbeda dari garis lazim, tapi itu bukan kesalahan. Nggak ada kata kembali sembuh...”

Dalam Dicintai Jo, AE juga menampilkan sosok lesbian yang bersahabat, sehat, dan tidak sinting, tidak seperti streotipe masih sering terjadi terutama di sinetron-sinetron tidak bermutu di TV. Secara garis besar, AE menulis Dicintai Jo dengan apik. Dicintai Jo adalah novel yang menyenangkan dan mengangkat isu lesbian (dan) gay dari kacamata realitas kehidupan yang terjadi di masyarakat perkotaan zaman sekarang.


4 comments:

Anonymous said...

Coba mbak baca dan bahas nove "Relung-relung gelap hati Sisi" oleh Mira W. Terbit tahun 80 an. Pengin baca deh resensinya. Pasti Mbak punya kan?

Anonymous said...

Halo, Aku udah pernah meresensi buku Mira W itu, malah termasuk resensi awal yg kubuat.
Link:
http://rahasiabulan.blogspot.com/2006/11/buku-relung-relung-gelap-hati-sisi.html

Anonymous said...

dari Cez
hai lex,,,seneng deh kamu bales commentku.
anw, relung2 gelap hati sisi...baru mau baca nihh..setelah aku liat resensinya kamu.

btw, kamu tau garis tepi seorang lesbian by herlinatiens? aku punya bukunya dan dah baca ber-xx ampe lecek...he5, ternyata herlina bikin kisah lanjutan PARIA dan RIE di DEJAVU (2004), sebelumnya aku dah coba cari di toko tp ga ketemu..
aku ga tau kalau itu lanjutannya atau bukan. kalo mba alex (ceileee...mba..) tau resensi bukunya DEJAVU tolong kasih tau donk..

thanks yaw...

alpha gabriella said...

aku juga suka ma ni novel,
cinta malah. . .
yh, aku gak lesbian lah,
cuma kepengen ketemu banget sama org yang karakternya kayak jo. . .

jo keren banget.
pengen deh kenalan sama "cowok" kayak jo!

Subscribe